Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Reli saham semikonduktor yang didorong euforia kecerdasan buatan (AI) mendorong indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, menembus level 7.000 poin untuk pertama kalinya dalam sejarah pada Rabu (6/5). Kenaikan ini juga mengangkat kapitalisasi pasar Samsung Electronics melampaui US$ 1 triliun.
Data Reuters menunjukkan, KOSPI sempat melonjak hingga 5,8% dan mencetak rekor baru di 7.338,61 pada perdagangan pagi, ditopang lonjakan permintaan global terhadap perangkat keras AI.
Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melesat lebih dari 10%, keduanya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan saham Samsung membuat kapitalisasi pasarnya menembus US$ 1 triliun, menjadikannya perusahaan Asia kedua setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) yang mencapai tonggak tersebut.
Sebelumnya, indeks saham sempat memicu mekanisme pembatasan perdagangan langka yang dikenal sebagai “sidecar”, setelah pasar dibuka menguat tajam. Penguatan ini mengikuti lonjakan saham chip AS semalam, yang mendorong Philadelphia Semiconductor Index naik 4,2%.
Kenaikan KOSPI melanjutkan reli 5,1% pada Senin lalu, setelah data domestik menunjukkan aktivitas manufaktur dan perdagangan yang solid, dipimpin oleh permintaan semikonduktor yang kuat di tengah gelombang investasi global pada AI. Pasar Korea tutup pada Selasa karena hari libur nasional.
Sepanjang tahun ini, KOSPI sudah naik 74%, setelah mencatat kenaikan 76% pada 2025 yang menjadi kinerja tahunan terbaik sejak 1999. Reli tersebut juga didukung dorongan pemerintah untuk reformasi pasar.
Baca Juga: Menlu China Bertemu Menlu Iran di Beijing, Bahas Konflik Selat Hormuz
“Meski harga minyak dan imbal hasil obligasi tinggi akibat isu perang Iran, kondisi aliran dana asing membaik seiring lonjakan Philadelphia Semiconductor Index dan saham AMD,” kata analis Kiwoom Securities, Han Ji-young.
Saham Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 12% dalam perdagangan setelah jam bursa pada Selasa, setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal II di atas ekspektasi pasar. Kinerja itu didorong permintaan kuat terhadap chip pusat data, seiring perusahaan komputasi awan meningkatkan belanja infrastruktur AI.
Di pasar valuta asing, won Korea menguat 1,2% menjadi 1.458,9 per dolar AS di platform penyelesaian onshore, menjadi level terkuat sejak 17 April.
Sentimen pasar juga membaik setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz, dengan alasan adanya “kemajuan besar” menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran. Pernyataan itu mendorong harga minyak turun tajam di perdagangan Asia.
Di luar sektor teknologi, saham perusahaan sekuritas melonjak 9,8% dan kelompok finansial naik 4,1% pada Rabu, didorong harapan bahwa boom pasar saham akan mendongkrak laba.
Secara keseluruhan, dari 892 saham yang diperdagangkan, tercatat 206 saham menguat sementara 666 saham melemah.
Tonton: CNG vs LPG 3 Kg: Selisih Biaya Bisa 30%-40%, Ini Simulasi Penghematannya
Investor asing tercatat membukukan pembelian bersih saham Korea Selatan senilai 1,2 triliun won atau sekitar US$ 823,89 juta.
Tabel Pergerakan Pasar Saham Korea (6 Mei 2026)
| Indikator | Pergerakan |
|---|---|
| KOSPI intraday tertinggi | 7.338,61 |
| Kenaikan KOSPI (intraday) | +5,8% |
| Level psikologis | Tembus 7.000 (pertama kali) |
| Kinerja KOSPI 2026 (YTD) | +74% |
| Kinerja KOSPI 2025 | +76% (terbaik sejak 1999) |
Sumber: Reuters













