kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Kinerja Melonjak, Aset Kelolaan BlackRock Tembus Rekor US$ 14 Triliun


Kamis, 15 Januari 2026 / 18:28 WIB
Kinerja Melonjak, Aset Kelolaan BlackRock Tembus Rekor US$ 14 Triliun
ILUSTRASI. BlackRock ( REUTERS/BRENDAN MCDERMID)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan pengelola aset terbesar dunia, BlackRock, mencatat lonjakan kinerja pada kuartal IV 2024 seiring reli pasar keuangan global. Aset kelolaan (assets under management/AUM) BlackRock menembus rekor baru sebesar US$ 14,04 triliun.

Kenaikan ini turut mendorong laba perusahaan. BlackRock membukukan laba bersih yang disesuaikan sebesar US$v2,18 miliar atau US$v13,16 per saham pada periode Oktober–Desember 2024, naik dari US$ 1,87 miliar atau US$ 11,93 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Reli pasar saham AS, yang dipicu antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI), meredanya suku bunga, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil, mendorong peningkatan pendapatan berbasis biaya. Investor juga kembali membanjiri produk indeks berbiaya rendah.

Baca Juga: Laba Kuartal III-2025 BlackRock Naik, Aset Kelolaan Tembus Rekor US$13,46 Triliun

Seiring melandainya inflasi dan mendinginnya pasar tenaga kerja, sikap The Federal Reserve yang semakin dovish mendorong arus dana besar ke produk obligasi BlackRock. 

Total arus masuk ke instrumen pendapatan tetap mencapai US$ 83,77 miliar pada kuartal IV, melonjak tajam dari US$ 23,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara tahunan, AUM BlackRock naik signifikan dari US$11,55 triliun. Sementara itu, arus masuk bersih jangka panjang mencapai US$ 267,8 miliar, didorong oleh kinerja kuat bisnis exchange-traded fund (ETF) yang menjadi mesin utama pertumbuhan organik perusahaan.

Baca Juga: Aset Bank Syariah Tembus Rekor Tertinggi Rp 1.028 Triliun per Oktober 2025

Meski kinerjanya solid, saham BlackRock hanya naik 4,4% sepanjang 2025 hingga saat ini, masih tertinggal dibandingkan penguatan indeks S&P 500.

Selanjutnya: Efek Cukai, Kinerja Emiten Rokok Bisa Ngebul di Tahun 2026

Menarik Dibaca: Hasil India Open 2026, 2 Pemain Tunggal Indonesia Tembus Perempat Final




TERBARU

[X]
×