Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan pengelola aset terbesar dunia, BlackRock, mencatat lonjakan kinerja pada kuartal IV 2024 seiring reli pasar keuangan global. Aset kelolaan (assets under management/AUM) BlackRock menembus rekor baru sebesar US$ 14,04 triliun.
Kenaikan ini turut mendorong laba perusahaan. BlackRock membukukan laba bersih yang disesuaikan sebesar US$v2,18 miliar atau US$v13,16 per saham pada periode Oktober–Desember 2024, naik dari US$ 1,87 miliar atau US$ 11,93 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Reli pasar saham AS, yang dipicu antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI), meredanya suku bunga, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil, mendorong peningkatan pendapatan berbasis biaya. Investor juga kembali membanjiri produk indeks berbiaya rendah.
Baca Juga: Laba Kuartal III-2025 BlackRock Naik, Aset Kelolaan Tembus Rekor US$13,46 Triliun
Seiring melandainya inflasi dan mendinginnya pasar tenaga kerja, sikap The Federal Reserve yang semakin dovish mendorong arus dana besar ke produk obligasi BlackRock.
Total arus masuk ke instrumen pendapatan tetap mencapai US$ 83,77 miliar pada kuartal IV, melonjak tajam dari US$ 23,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara tahunan, AUM BlackRock naik signifikan dari US$11,55 triliun. Sementara itu, arus masuk bersih jangka panjang mencapai US$ 267,8 miliar, didorong oleh kinerja kuat bisnis exchange-traded fund (ETF) yang menjadi mesin utama pertumbuhan organik perusahaan.
Baca Juga: Aset Bank Syariah Tembus Rekor Tertinggi Rp 1.028 Triliun per Oktober 2025
Meski kinerjanya solid, saham BlackRock hanya naik 4,4% sepanjang 2025 hingga saat ini, masih tertinggal dibandingkan penguatan indeks S&P 500.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
