kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Bursa Korea Selatan Cetak Rekor di Awal 2026, Didorong Data Perdagangan Positif


Jumat, 02 Januari 2026 / 14:21 WIB
Bursa Korea Selatan Cetak Rekor di Awal 2026, Didorong Data Perdagangan Positif
ILUSTRASI. Bursa Korsel (Kim Jae-Hwan/SOPA Images via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pasar saham Korea Selatan mengawali perdagangan tahun 2026 dengan kinerja gemilang. Indeks acuan KOSPI ditutup pada level tertinggi sepanjang sejarah pada Jumat (2/1/2026), didorong optimisme investor terhadap prospek ekonomi menyusul data perdagangan yang solid.

Melansir Reuters, KOSPI melonjak 95,46 poin atau 2,27% dan ditutup di level rekor 4.309,63. Penguatan ini menandai awal tahun yang kuat bagi bursa Korea Selatan setelah kinerja impresif sepanjang 2025.

Saham-saham teknologi menjadi motor utama penguatan indeks. Samsung Electronics melonjak 7,17%, mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 15 November 2024.

Baca Juga: Pabrik-Pabrik Asia Tutup 2025 dengan Kinerja Menguat, Pesanan Mulai Pulih

Sementara itu, SK Hynix menguat 3,99%. Di sisi lain, saham LG Energy Solution justru melemah 2,04%.

Di sektor otomotif, Hyundai Motor naik 0,67%, sedangkan Kia Corp turun 0,99%. Saham POSCO Holdings terkoreksi 2,46%, sementara Samsung BioLogics melemah 0,71%.

Dari total 928 saham yang diperdagangkan, sebanyak 373 saham menguat, sementara 523 saham melemah, mencerminkan pergerakan pasar yang selektif.

Dari sisi makro, Gubernur Bank Sentral Korea Selatan menyatakan level nilai tukar won terhadap dolar AS yang berada di kisaran tinggi 1.400 tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi domestik.

Pelemahan won tersebut, menurutnya, sebagian dipicu oleh meningkatnya investasi investor domestik ke pasar saham luar negeri.

Data pemerintah yang dirilis Kamis menunjukkan ekspor Korea Selatan meningkat pada Desember untuk bulan ketujuh berturut-turut dan menutup 2025 dengan rekor baru, setelah nilai ekspor menembus US$700 miliar untuk pertama kalinya.

Investor asing tercatat sebagai pembeli bersih saham senilai 630,9 miliar won atau sekitar US$437,43 juta.

Baca Juga: Perdagangan Awal 2026, Harga Emas dan Perak Melanjutkan Reli

Di pasar valuta asing, won ditutup melemah 0,16% ke level 1.441,8 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.439,5.

 Secara year to date (YTD), KOSPI telah menguat 2,27%, sementara won melemah sekitar 0,2% terhadap dolar AS.

Di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah tenor tiga tahun untuk Maret naik tipis 0,01 poin ke 105,45.

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor tiga tahun turun 1,5 basis poin menjadi 2,936%, sedangkan yield obligasi tenor 10 tahun naik tipis 0,1 basis poin ke level 3,386%.

Selanjutnya: PMI Manufaktur Turun ke 51,2 di Desember 2025, Permintaan Domestik Jadi Penopang

Menarik Dibaca: Lanjut Ngacir, Story (IP) Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers 24 Jam




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×