kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menlu China Bertemu Menlu Iran di Beijing, Bahas Konflik Selat Hormuz


Rabu, 06 Mei 2026 / 11:11 WIB
 Menlu China Bertemu Menlu Iran di Beijing, Bahas Konflik Selat Hormuz
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri China Wang Yi (NULL/Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Menteri Luar Negeri China Wang Yi memulai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi di Beijing pada Rabu (6/5/2026), menurut laporan kantor berita Xinhua.

Melansir Reuters, kunjungan singkat Araqchi ke China berlangsung hanya sepekan sebelum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan melakukan lawatan ke Beijing untuk bertemu Presiden Xi Jinping pada 14–15 Mei mendatang.

Baca Juga: Australia Gelontorkan US$7,2 Miliar untuk Cadangan BBM, Perkuat Ketahanan Energi

Pertemuan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, di mana Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz.

Situasi tersebut mengancam gencatan senjata yang sebelumnya sudah rapuh.

Trump sebelumnya menyatakan Angkatan Laut AS akan membantu kapal-kapal komersial melintasi selat tersebut.

Namun, operasi itu kemudian dihentikan sementara setelah Washington mengklaim adanya kemajuan signifikan menuju kesepakatan komprehensif dengan Teheran.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait perkembangan tersebut.

Araqchi sebelumnya menegaskan bahwa serangan yang terjadi pada awal pekan ini menunjukkan tidak adanya solusi militer atas konflik yang berlangsung.

Baca Juga: Bank Sentral Vietnam Pertahankan Target Inflasi 4,5% Meski Tekanan Harga Meningkat

Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya Iran mempertimbangkan tawaran negosiasi dari pihak AS.

Sementara itu, China tetap mengambil posisi relatif netral dalam konflik, namun menentang serangan terhadap kedaulatan Iran serta aktif mendorong upaya mediasi.

Beijing juga berulang kali menyerukan kepada AS dan Iran untuk menjaga gencatan senjata serta mencabut pembatasan di Selat Hormuz demi menjaga stabilitas perdagangan dan pasokan energi global.




TERBARU

[X]
×