kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Harga Minyak Dunia Turun Tipis Jumat (29/5): Brent ke US$ 93,36 & WTI ke US$ 88,27


Jumat, 29 Mei 2026 / 08:49 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Tipis Jumat (29/5): Brent ke US$ 93,36 & WTI ke US$ 88,27
ILUSTRASI. Minyak Mentah (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia bergerak melemah tipis pada perdagangan Jumat (29/5/2026) di tengah harapan tercapainya kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Meski demikian, pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang menyebut negosiasi masih belum final membuat penurunan harga minyak tertahan.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis ke US$ 4.512 Jumat (29/5), Harapan Gencatan Senjata AS-Iran

Melansir Reuters pada pukul 01.05 GMT, kontrak minyak Brent untuk pengiriman Juli yang akan jatuh tempo pada Jumat turun 35 sen atau 0,37% menjadi US$ 93,36 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 63 sen atau 0,71% ke level US$ 88,27 per barel.

Kontrak Brent paling aktif untuk pengiriman Agustus juga turun 46 sen atau 0,50% menjadi US$ 92,24 per barel.

Secara mingguan, harga minyak telah merosot lebih dari 8%, dengan Brent sempat menyentuh level terendah US$ 87,11 per barel dibandingkan posisi tertinggi pekan lalu di US$ 109,47.

Baca Juga: Dolar AS Tertekan Jumat (29/5), Setelah Muncul Laporan Gencatan Senjata AS-Iran

Pergerakan harga minyak dalam beberapa sesi terakhir sangat volatil. Kedua acuan utama minyak dunia sempat bergerak hingga US$ 6 per barel akibat sinyal yang saling bertentangan terkait kemungkinan berakhirnya perang Iran yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Pasar juga mencermati potensi pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Namun hingga kini, lalu lintas kapal di jalur tersebut masih jauh di bawah level normal sebelum perang.

Sumber Reuters menyebut AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus melonggarkan pembatasan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Dari K-Pop ke K-Glow, Wisata Kecantikan Korea Selatan Makin Mendunia

Meski demikian, Presiden Donald Trump disebut masih belum memberikan persetujuan akhir, sementara media pemerintah Iran menyatakan kesepakatan tersebut belum sepenuhnya final.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan, Washington dan Teheran memang sudah sangat dekat dengan kesepakatan, tetapi masih ada beberapa persoalan yang belum terselesaikan.

Ia menyebut, isu utama dalam negosiasi adalah stok uranium yang telah diperkaya Iran serta persoalan pengayaan uranium.

“Saya tidak bisa menjamin kami akan mencapai kesepakatan, tetapi saat ini saya merasa cukup optimistis,” ujar Vance.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×