kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS944.000 2,83%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

CDC: Hindari penggunaan ganja dalam vape


Sabtu, 18 Januari 2020 / 16:39 WIB
CDC: Hindari penggunaan ganja dalam vape
ILUSTRASI. CDC melaporkan 60 kasus kematian akibat penyakit pernapasan misterius terkait dengan vaping.

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan 60 kasus kematian akibat penyakit pernapasan misterius terkait dengan vaping. Angka yang dirilis Kamis lalu ini tiga kasus lebih banyak daripada laporan sebelumnya.

Reuters menyebutkan bahwa CDC juga melaporkan 66 kasus baru penyakit terkait dengan penggunaan e-cigarette atau produk vaping. Jumlah orang yang dirawat di rumahsakit akibat vaping di Amerika Serikat (AS) saat ini mencapai 2.668.

Baca Juga: Pro kontra vape lenyapkan target pasar rokok elektrik ini sampai US$ 10 miliar

November lalu, para pejabat AS melaporkan penemuan adanya vitamin E asetat yang diyakini digunakan sebagai cutting agent dalam produk vape ilegal yang mengandung komponen ganja alias tetrahydrocannabinol (THC). Penemuan ini terjadi pada semua sampel paru-paru dari 29 pasien.

Saat itu, DCD menyebutkan bahwa vitamin E asetat sebagai bahan kimia yang mengkhawatirkan. CDC pun merekomendasikan agar zat ini tidak ditambahkan ke rokok elektronik atau produk vaping di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Ini dia Evali, penyakit paru misterius akibat rokok elektrik

The Financial Times melaporkan bahwa CDC menemukan sekitar 82% pasien yang dirawat di rumahsakit menggunakan produk yang mengandung THC dan 33% menggunakan produk THC secara eksklusif. Sementara vitamin E asetat digunakan untuk mengencerkan THC sangat terkait dengan penyakit baru-paru Evali yang terkait degan vaping.

Lembaga pemerintah ini mengatakan bahwa kasus darurat di rumahsakit terkait penggunaan vaping terus turun setelah melonjak pada Agustus tahun lalu. Puncak kasus vaping ini terjadi pada bulan September. Saat itu, kasus darurat mencapai puncak pada 116 per sejuta. Sedangkan kasus pada bulan ini turun menjadi 35 per sejuta.




TERBARU

Close [X]
×