kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

CEO Nvidia Jensen Huang Terlempar dari 10 Orang Terkaya Dunia, Ini Pemicunya


Sabtu, 07 November 2026 / 20:04 WIB
CEO Nvidia Jensen Huang Terlempar dari 10 Orang Terkaya Dunia, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. CHINA-US-DIPLOMACY (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kekhawatiran terhadap ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menekan saham-saham teknologi global dan memangkas kekayaan sejumlah miliarder teknologi dunia.

Salah satu yang paling terdampak adalah CEO Nvidia Jensen Huang, yang harus keluar dari daftar 10 orang terkaya dunia.

Mengutip Business Times, pada Jumat (6/11/2026), kekayaan Huang menyusut US$ 15,1 miliar menjadi US$ 150,9 miliar setelah saham Nvidia anjlok 9,3% pada perdagangan Kamis (5/11/2026).

Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak Januari 2025 dan membuat posisi Huang merosot dari peringkat kesembilan menjadi ke-13 dalam Bloomberg Billionaires Index.

Baca Juga: CEO Nvidia Jensen Huang dan Trump Kompak Dukung Perkembangan Industri AI

Tekanan terhadap saham teknologi muncul setelah Partai Demokrat meraih kemenangan besar dalam pemilihan umum Amerika Serikat (AS) pada Rabu (4/11/2026).

Kemenangan tersebut memunculkan ekspektasi bahwa parlemen yang dikuasai Demokrat akan memperketat pembangunan pusat data atau data centre, yang menjadi infrastruktur penting bagi pengembangan AI.

Kekhawatiran terhadap potensi pembatasan pembangunan pusat data turut membebani perusahaan yang bisnisnya bergantung pada ekspansi infrastruktur AI.

Nvidia, sebagai pemasok utama chip komputasi berperforma tinggi, menjadi salah satu perusahaan yang paling rentan terhadap perubahan prospek tersebut.

Dampak serupa juga dirasakan Elon Musk dan Larry Ellison. Kekayaan Musk berkurang US$ 79,7 miliar, sedangkan kekayaan salah satu pendiri Oracle itu menyusut US$ 10,1 miliar.

Saham SpaceX milik Musk turun 9%, sementara saham Oracle terkoreksi 6,9%. SpaceX mengembangkan model AI sendiri sekaligus membangun pusat data untuk menjalankan teknologi tersebut.

Baca Juga: Trump Ajak Jensen Huang ke China, Intip Profil CEO Nvidia yang Jadi Ikon AI Dunia

Adapun Oracle memiliki bisnis besar dalam penyediaan kapasitas komputasi bagi perusahaan lain. Ketiganya memiliki eksposur besar terhadap pembangunan pusat data untuk memenuhi kebutuhan AI yang terus meningkat.

Tekanan pasar tersebut juga menggerus kekayaan para miliarder secara luas. Sebanyak 500 orang dalam Bloomberg Billionaires Index kehilangan total US$ 185 miliar dalam sehari.

Bloomberg mencatat, angka tersebut menjadi penurunan kekayaan harian terbesar ke-14 sejak indeks itu mulai diterbitkan pada 2012.

Koreksi ini terjadi setelah para miliarder teknologi sebelumnya menikmati lonjakan kekayaan berkat pesatnya perkembangan AI. Sepanjang tahun ini, kelompok miliarder teknologi menyumbang sekitar 36% dari total kekayaan dalam Bloomberg Billionaires Index.

Pergerakan saham teknologi kini tidak hanya dipengaruhi prospek pertumbuhan AI, tetapi juga ketidakpastian mengenai pembangunan infrastruktur yang menopang industri tersebut.

Baca Juga: Jensen Huang Bikin Heboh Wall Street, Saham Marvell Langsung Melejit 25%

Dengan demikian, perubahan arah kebijakan terhadap pusat data berpotensi memengaruhi valuasi perusahaan sekaligus kekayaan para pemiliknya.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×