Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - CEO Nvidia Jensen Huang menyampaikan dukungannya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menjaga laju perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) di AS.
Pesan tersebut disampaikan Huang saat tampil di All-In Summit di Los Angeles, Senin (14/9). Di tengah pembahasan mengenai masa depan AI, Trump tiba-tiba menelepon Huang.
Huang kemudian mengangkat telepon tersebut dan bahkan menyalakan pengeras suara agar percakapan dengan Trump dapat didengar oleh peserta acara.
Baca Juga: Trump Tepis Laporan Soal Entitas China Membantu Iran Sebelum Serangan di Yordania
Jensen Huang Dukung Trump
Mengutip TechCrunch, Huang bersama pembawa acara All-In Summit tengah membahas pernyataan CEO Anthropic Dario Amodei sebelum menerima telepon Trump.
Amodei sebelumnya menyerukan agar laju peningkatan kemampuan AI diperlambat. Pandangan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh teknologi, termasuk CEO SpaceX Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman.
Ketika mengetahui topik pembicaraan Huang, Trump menyampaikan kekhawatirannya bahwa dorongan untuk memperlambat perkembangan AI justru dapat menguntungkan pihak-pihak yang ingin menghambat kemajuan teknologi AS.
“Mereka justru bermain sesuai keinginan banyak orang yang tidak ingin hal itu terjadi. Bisa saja mereka adalah orang-orang politik. Bisa juga China. Dan kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Itu adalah sebuah tipuan,” kata Trump kepada Huang, seperti dikutip.
Huang kemudian memberikan respons tegas.
“Anda benar. Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Pak,” jawab Huang.
Baca Juga: Donald Trump Tidak Keberatan Andai China Produksi Mobil di AS
Trump Ingin AS Memimpin Industri AI
Dalam percakapan tersebut, Trump juga menegaskan bahwa AS tetap perlu mengembangkan industri AI, meski pembangunan infrastrukturnya harus dilakukan secara hati-hati.
“Kita harus sedikit berhati-hati. Kita harus melakukan berbagai hal dan melakukannya dengan bijaksana, tetapi itu bukan berarti kita akan menghentikan sebuah industri,” ujar Trump kepada Huang.
Trump juga menyatakan dukungannya terhadap Huang dan ambisi AS untuk menjadi pemimpin dalam perkembangan AI.
“Saya bersama Anda sepenuhnya. Saya bahkan tidak tahu bagaimana perasaan Anda mengenai hal ini. Saya hanya berharap Anda merasakan hal yang sama seperti saya. Kita akan memimpin,” kata Trump.
Pernyataan tersebut menunjukkan kesamaan pandangan antara Trump dan Huang mengenai pentingnya mempertahankan momentum industri AI Amerika Serikat.
Baca Juga: Nvidia Berencana Melakukan Perluasan Besar-besaran Kapasitas Pusat Data di Australia
Penolakan Data Center Jadi Tantangan Industri AI
Penolakan terhadap pembangunan pusat data atau data center di AS memiliki alasan yang lebih konkret.
Trump dan sejumlah sekutunya, termasuk CEO Y Combinator Garry Tan, sebelumnya menyatakan keyakinan bahwa meningkatnya penolakan terhadap pembangunan data center merupakan bagian dari operasi untuk menghambat pertumbuhan ekonomi AS.
Namun, survei Gallup menunjukkan alasan masyarakat cenderung lebih sederhana.
Dalam survei terbaru Gallup, sekitar 7 dari 10 warga Amerika Serikat menolak pembangunan data center di wilayah mereka.
Lebih dari 50% responden menyebut dampaknya terhadap sumber daya lingkungan sebagai salah satu alasan utama penolakan.
Sekitar 20% responden lainnya mengkhawatirkan kenaikan biaya hidup serta dampak pembangunan data center terhadap kualitas hidup mereka.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Nvidia dan perusahaan teknologi lain yang membutuhkan infrastruktur komputasi dalam jumlah besar untuk mengembangkan AI.
Baca Juga: Nvidia Ramal Pendapatan Melonjak 70% Berkat Booming AI














