kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

China Bersumpah Berjuang Sampai Akhir untuk Hentikan Kemerdekaan Taiwan


Minggu, 12 Juni 2022 / 09:40 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertahanan China Wei Fenghe


Sumber: France 24 | Editor: Noverius Laoli

Ketegangan di Taiwan telah meningkat khususnya karena meningkatnya serangan pesawat militer China ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Presiden AS Joe Biden, selama kunjungan ke Jepang bulan lalu, tampaknya melanggar kebijakan AS selama beberapa dekade ketika, dalam menanggapi sebuah pertanyaan, dia mengatakan Washington akan membela Taiwan secara militer jika diserang oleh China.

Gedung Putih sejak itu bersikeras kebijakan "ambiguitas strategis" mengenai apakah akan campur tangan atau tidak tidak berubah.

Perselisihan tersebut hanyalah yang terbaru antara Washington dan Beijing.

Baca Juga: Puluhan Pesawat Tempur China Berseliweran, Taiwan Kerahkan Sistem Rudalnya

Titik nyala utama lainnya adalah Laut Cina Selatan.

China mengklaim hampir semua laut yang kaya sumber daya, yang dilalui perdagangan pengiriman triliunan dolar setiap tahun, dengan klaim yang bersaing dari Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Amerika Serikat dan China juga berselisih mengenai invasi Rusia ke Ukraina, dengan Washington menuduh Beijing memberikan dukungan diam-diam untuk Moskow.




TERBARU

[X]
×