CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

China Dilanda Topan Pertama Tahun Ini


Sabtu, 02 Juli 2022 / 20:40 WIB
China Dilanda Topan Pertama Tahun Ini
ILUSTRASI. Topan pertama China tahun ini membawa angin kencang dan hujan ke pantai selatan pada Sabtu (2/7).


Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Topan pertama China tahun ini membawa angin kencang dan hujan ke pantai selatan pada Sabtu (2/7). Ramalan cuaca memperingatkan rekor curah hujan dan risiko bencana yang tinggi di provinsi-provinsi termasuk Guangdong, negara berpenduduk terpadat di China.

Topan Chaba, nama Thailand untuk bunga kembang sepatu, bergerak ke barat laut dengan kecepatan 15 km per jam hingga 20 km per jam setelah pusat badai itu mendarat di kota Maoming, Guangdong, Sabtu sore. 

Pusat Meteorologi Nasional China menyebut, Chaba yang memiliki intensitas sedang diperkirakan akan kehilangan kekuatannya seiring waktu. Gao Shuanzhu, Kepala Pusat Meteorologi Nasional China menyebut, badai ini kemungkinan akan membawa hujan yang sangat lebat dan dapat memecahkan rekor curah hujan kumulatif.

Baca Juga: Curhat Bos Teknologi Amerika Serikat Melihat Kondisi Ekonomi

"Uap air monsun yang melimpah akan menyebabkan hujan lebat dan curah hujan kumulatif besar yang bersifat ekstrem," kata Gao seperti dikutip Reuters. Dia memperkirakan curah hujan kumulatif hingga 600 mm di beberapa daerah.

Wilayah yang menghadapi risiko parah adalah bagian barat Guangdong, tempat topan China biasanya berlama-lama, bagian timur wilayah otonomi Guangxi dan provinsi pulau Hainan, dengan badai hujan yang menyebabkan tanah longsor, genangan air perkotaan, dan banjir.

Baca Juga: China Longgarkan Pembatasan Masuk Bagi Warga AS, Boleh Transit Melalui Negara ke-3

Hainan meningkatkan tanggap daruratnya ke level II, tertinggi kedua, pada hari Sabtu. Status ini menangguhkan layanan kereta api di seluruh pulau dan membatalkan lebih dari 400 penerbangan ke dan dari kota Haikou dan Sanya.

Di Makau, satu orang terluka karena angin dan hujan saat mendekati Chaba. Di perairan lepas Hong Kong yang berjarak 270 km timur laut Maoming, lebih dari dua lusin awak di sebuah kapal rekayasa dengan 30 orang di dalamnya hilang setelah patah menjadi dua di perairan saat Chaba melewatinya.

Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan bersejarah dan banjir di China selatan telah menghancurkan properti, melumpuhkan lalu lintas, dan mengganggu kehidupan sehari-hari jutaan orang di salah satu wilayah terpadat dan ekonomi penting di negara itu.

Cuaca ekstrem termasuk banjir besar yang luar biasa diperkirakan akan berlanjut di China hingga Agustus. Pusat Meteorologi memperkirakan kondisi akan terjadi sepekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×