kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

China memiliki jutawan terbanyak ketiga di dunia setelah AS dan Jepang


Rabu, 01 Juni 2011 / 11:28 WIB
ILUSTRASI. Proyek pembangunan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh oleh Hutama Karya


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

HONG KONG. Perekonomian China yang berkembang begitu pesat mengantarkan masyarakatnya menuju kesejahteraan yang tinggi.

Lihat saja, menurut survei BCG Global Wealth, pada 2010 masyarakat China yang menjadi jutawan meningkat 31% menjadi sebanyak 1,11 juta dibanding 2009.

Hasil ini menempatkan China berada di posisi ketiga yang memiliki jutawan terbanyak setelah AS yang sebanyak 5,22 juta orang dan Jepang sejumlah 1,53 juta orang.

China juga menjadi negara yang berada di posisi kedelapan untuk rumah tangga yang memiliki aset lebih dari US$ 100 juta. Sebagai gambaran jika dikonversi ke rupiah, aset mereka harus di atas Rp 860 miliar (kurs Rp 8.600 per dollar AS).

Namun, kekayaan mereka dalam bisnis dan investasi di properti tidak diperhitungkan dalam survei ini. Padahal, banyak masyarakat China yang menjadi pengusaha dan memiliki investasi dalam sektor properti.

Sementara, Singapura menjadi negara dengan konsentrasi jumlah jutawan tertinggi dengan mencatat 15,5% dari populasi negaranya. Dan Swis sebesar 9,9% serta Qatar 8,9%.

Lantas India memiliki jutawan sebanyak 190.000 orang di negaranya, diikuti oleh Kanada dengan memiliki 180.000 jutawan dengan berada di posisi ke 12.




TERBARU

[X]
×