kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,36   -7,11   -0.75%
  • EMAS923.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.83%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

China perkenalkan metode baru untuk deteksi Covid-19: Swab anal


Kamis, 28 Januari 2021 / 03:57 WIB
China perkenalkan metode baru untuk deteksi Covid-19: Swab anal
ILUSTRASI. China memperkenalkan metode baru untuk mendeteksi infeksi virus corona terhadap warganya. REUTERS/Thomas Peter 

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China memperkenalkan metode baru untuk mendeteksi infeksi virus corona terhadap warganya.

Melansir People yang mengutip Bloomberg dan Washington Post, China menggunakan usapan anal sebagai alat pengujian Covid-19 untuk pasien yang dianggap berisiko tinggi. Negara ini juga terus menggunakan alat tes usap tenggorokan dan hidung.

Metode usap anal dilaporkan melibatkan penyisipan kapas yang direndam garam untuk kemudian dimasukkan sekitar 3 hingga 5 sentimeter (sekitar 1 hingga 2 inci) ke dalam anus, dengan sampel kemudian diuji untuk jejak aktif virus.

Li Tongzeng, wakil direktur departemen penyakit pernapasan dan infeksi Rumah Sakit Beijing You An, mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan televisi pemerintah, metode pengujian diperkenalkan setelah penelitian menunjukkan bahwa jejak Covid-19 dapat ditemukan lebih lama di anus daripada di saluran pernapasan.

Baca Juga: Inilah gejala virus Nipah & cara penularannnya

"Jika kami menambahkan pengujian usap anal, itu dapat meningkatkan upaya kami dalam mengidentifikasi pasien yang terinfeksi," kata Tongzeng yang dilansir Washington Post. "Tapi tentu saja mengingat mengumpulkan usap anal tidak senyaman usap tenggorokan, saat ini hanya kelompok utama saja yang melakukan pengujian ini, seperti mereka yang berada di karantina."

Sejumlah warga China telah mengalami pendeteksian virus corona dengan metode baru ini. Pekan lalu, lebih dari 1.000 anak sekolah dan guru di Beijing diberikan usapan anal, tenggorokan, dan hidung setelah satu kasus virus tanpa gejala terdeteksi di kampus, kata pejabat setempat.

Baca Juga: Perlu tahu, inilah cara Virus Corona menyerang otak

Menurut Bloomberg, penumpang dalam penerbangan dari Changchu ke Beijing diuji untuk Covid-19 melalui swab hidung dan dubur setelah pejabat mengetahui bahwa seseorang di dalam penerbangan tersebut berasal dari daerah berisiko tinggi.




TERBARU

[X]
×