kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

China tidak akan menuju 'hard landing'


Senin, 07 Maret 2016 / 13:46 WIB
China tidak akan menuju 'hard landing'


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BEIJING. Kepala perencanaan perekonomian China Xu Shaoshi mengatakan, perekonomian Negeri Panda tidak akan mengalami hard landing meskipun dilakukan pemangkasan prediksi pertumbuhan.

"Prediksi mengenai hard landing itu tidak akan menuju kemana-mana," jelasnya.

Sebaliknya, Xu yang saat ini mengepalai National Development and Reform Commission (NDRC) mengatakan, perlambatan pertumbuhan global yang akan berdampak negatif pada ekonomi China tahun ini.

"Pertama, kami mengestimasi lambatnya pemulihan dan rendahnya tingkat suku bunga ekonomi dunia akan terus berlanjut hingga beberapa waktu ke depan," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, ancaman lain juga datang dari kondisi pasar finansial global yang tidak stabil, anjloknya harga komoditas, dan meningkatnya risiko geopolitik.

Xu menegaskan, China akan bekerja untuk menaikkan efisiensi dari investasi pemerintah. Salah satu caranya yakni dengan melakukan perencanaan pengeluaran yang lebih terarah.

Strategi itu dinilai sangat kontras dengan kebijakan suntikan stimulus terakhir setelah krisis finansial global. Pada saat itu, pemerintah China membangun kota-kota tanpa tuan, jalan tol tanpa tujuan, serta bandara untuk mendorong pertumbuhan.

Sekadar mengingatkan, pada Kongres Nasional Partai Komunis yang berlangsung Sabtu (5/3) lalu, China menurunkan target pertumbuhan ekonomi 2016 ke kisaran 6,5%-7%.

Tahun lalu, target pertumbuhan China adalah 7%. Namun, ekonomi hanya berhasil tumbuh 6,9%. Ini merupakan pertumbuhan paling rendah dalam 25 tahun terakhir.

Saat mengumumkan penurunan target pertumbuhan, Perdana Menteri Li Keqiang mengingatkan tantangan besar yang akan dihadapi China ke deoannya.




TERBARU

[X]
×