Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Harga solar eceran di China melonjak 27% sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak rekor puncak empat tahun lalu.
Kondisi ini membuat penggunaan truk listrik dinilai semakin ekonomis.
Harga truk listrik berat di China mencapai lebih dari 500.000 yuan atau sekitar 73.500 dollar AS, sedangkan versi diesel berada di atas 300.000 yuan.
Namun, pembeli dapat memangkas hampir setengah selisih harga tersebut melalui program tukar tambah yang diperpanjang hingga akhir tahun.
Biaya operasional truk listrik juga jauh lebih murah.
GL Consulting memperkirakan total biaya penggunaan truk listrik, termasuk harga beli, bahan bakar, dan operasional hingga jarak tempuh 1 juta kilometer, hanya setengah dari biaya truk diesel pada harga bahan bakar saat ini.
Biaya yang lebih rendah juga mendorong lonjakan ekspor truk listrik China ke Eropa, pasar truk listrik terbesar kedua di dunia setelah China.
Baca Juga: Dolar AS Perkasa pada Jumat (8/5) Pagi, Saat Konflik AS–Iran Kembali Memanas
Pada 2024, penjualan truk listrik di China mencapai 160.000 unit, sementara di Eropa kurang dari 25.000 unit, menurut data International Energy Agency (IEA).
Reuters sebelumnya melaporkan sedikitnya 12 produsen China, termasuk merek besar Sany, berencana mulai menjual produknya di Eropa tahun ini dengan harga hingga sepertiga lebih murah dibandingkan rata-rata harga pasar di sana.
Perbandingan Truk Listrik vs Diesel di China
| Aspek | Truk Listrik | Truk Diesel |
|---|---|---|
| Harga awal | >500.000 yuan | >300.000 yuan |
| Biaya operasional | Lebih murah | Lebih mahal |
| Biaya total jangka panjang | Sekitar setengah diesel | Lebih tinggi |
| Emisi | Rendah | Tinggi |
| Jarak tempuh | 300–600 km | Lebih panjang |













