kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

China Tinggalkan Diesel? Penjualan Truk Listrik Melesat di Tengah Krisis Timur Tengah


Jumat, 08 Mei 2026 / 09:02 WIB
China Tinggalkan Diesel? Penjualan Truk Listrik Melesat di Tengah Krisis Timur Tengah
ILUSTRASI. Lonjakan harga solar akibat perang Iran diperkirakan akan mempercepat elektrifikasi armada truk berat di China tahun ini. (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Lonjakan harga solar akibat perang Iran diperkirakan akan mempercepat elektrifikasi armada truk berat di China tahun ini. Para analis dan produsen otomotif menilai kondisi tersebut juga akan mempercepat penurunan permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar dunia itu.

Mengutip Reuters, penjualan truk berat energi baru, yang mayoritas merupakan kendaraan listrik, tumbuh pesat dalam dua tahun terakhir. Dari sebelumnya hanya pasar kecil, kini kendaraan tersebut menyumbang hampir sepertiga pembelian truk berat baru di China pada 2025.

Pertumbuhan ini didorong oleh subsidi pemerintah, biaya pengisian energi yang murah, serta infrastruktur pengisian daya yang semakin luas.

Lonjakan penjualan tahun lalu terutama terjadi pada kuartal keempat karena pembeli memperkirakan program subsidi tukar tambah akan segera berakhir.

Data dari CVWorld.cn menunjukkan penjualan truk berat energi baru pada kuartal pertama 2026 naik 45% dibandingkan tahun lalu menjadi 44.000 unit.

Jumlah tersebut mencakup lebih dari seperempat total penjualan segmen truk berat, naik dari kurang dari 20% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

CVWorld.cn juga memperkirakan penjualan truk listrik berat pada April meningkat 30%, didorong oleh permintaan musiman dan kenaikan harga minyak.

“Perang telah mendorong kenaikan harga bahan bakar domestik di China, yang pada akhirnya akan mempercepat penggantian truk konvensional,” kata analis senior S&P Global Mobility, Min Ji.

Baca Juga: Harga Beras Asia Bergerak Berlawanan, Vietnam dan Thailand Naik Saat India Melemah

Truk listrik berat di China umumnya memiliki jarak tempuh sekitar 300 kilometer dan banyak digunakan untuk perjalanan jarak pendek antara kawasan industri dan pusat logistik.

Namun, koridor perjalanan jarak jauh terus diperluas. Produsen seperti Sany bahkan mulai memasarkan truk dengan jarak tempuh hingga 600 kilometer.

Elektrifikasi kendaraan penumpang dan meningkatnya penggunaan truk listrik serta berbahan bakar gas alam cair (LNG) juga mulai membalikkan tren pertumbuhan konsumsi diesel dan bensin di China yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Sebagian besar analis memperkirakan permintaan minyak China akan mencapai puncaknya sebelum 2030.

Sejumlah konsultan energi kini memperkirakan penurunan konsumsi diesel akan berlangsung lebih cepat dari prediksi sebelumnya.

GL Consulting memperkirakan konsumsi diesel turun 4,3% tahun ini, lebih dalam dibandingkan proyeksi sebelum perang sebesar 4,1%.

Sementara itu, Rystad Energy memprediksi permintaan diesel turun 5% tahun ini, lebih cepat dari estimasi sebelumnya sebesar 4%.

Tonton: Xi Jinping Vonis Mati 2 Eks Menteri Pertahanan China Yang Terlibat Skandal Korupsi

Truk listrik dinilai lebih murah

Harga solar eceran di China melonjak 27% sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak rekor puncak empat tahun lalu.

Kondisi ini membuat penggunaan truk listrik dinilai semakin ekonomis.

Harga truk listrik berat di China mencapai lebih dari 500.000 yuan atau sekitar 73.500 dollar AS, sedangkan versi diesel berada di atas 300.000 yuan.

Namun, pembeli dapat memangkas hampir setengah selisih harga tersebut melalui program tukar tambah yang diperpanjang hingga akhir tahun.

Biaya operasional truk listrik juga jauh lebih murah.

GL Consulting memperkirakan total biaya penggunaan truk listrik, termasuk harga beli, bahan bakar, dan operasional hingga jarak tempuh 1 juta kilometer, hanya setengah dari biaya truk diesel pada harga bahan bakar saat ini.

Biaya yang lebih rendah juga mendorong lonjakan ekspor truk listrik China ke Eropa, pasar truk listrik terbesar kedua di dunia setelah China.

Baca Juga: Dolar AS Perkasa pada Jumat (8/5) Pagi, Saat Konflik AS–Iran Kembali Memanas

Pada 2024, penjualan truk listrik di China mencapai 160.000 unit, sementara di Eropa kurang dari 25.000 unit, menurut data International Energy Agency (IEA).

Reuters sebelumnya melaporkan sedikitnya 12 produsen China, termasuk merek besar Sany, berencana mulai menjual produknya di Eropa tahun ini dengan harga hingga sepertiga lebih murah dibandingkan rata-rata harga pasar di sana.

Perbandingan Truk Listrik vs Diesel di China

Aspek Truk Listrik Truk Diesel
Harga awal >500.000 yuan >300.000 yuan
Biaya operasional Lebih murah Lebih mahal
Biaya total jangka panjang Sekitar setengah diesel Lebih tinggi
Emisi Rendah Tinggi
Jarak tempuh 300–600 km Lebih panjang




TERBARU

[X]
×