kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.103   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.074   36,42   0,60%
  • KOMPAS100 793   4,94   0,63%
  • LQ45 602   -0,52   -0,09%
  • ISSI 210   2,76   1,33%
  • IDX30 340   -0,36   -0,11%
  • IDXHIDIV20 422   -1,32   -0,31%
  • IDX80 91   0,47   0,52%
  • IDXV30 115   0,66   0,58%
  • IDXQ30 109   -0,31   -0,28%

Bitcoin Turun 33%, Ini 4 Indikator yang Menunjukkan Pasar Kripto Masih Lesu


Selasa, 14 Juli 2026 / 08:52 WIB
Bitcoin Turun 33%, Ini 4 Indikator yang Menunjukkan Pasar Kripto Masih Lesu
ILUSTRASI. Bitcoin (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Sejumlah indikator menunjukkan pasar Bitcoin masih menghadapi tekanan pada 2026. Harga Bitcoin sempat terkoreksi hingga 33%.

Data terbaru Reuters menunjukkan setidaknya ada empat indikator yang mengisyaratkan pasar kripto, khususnya Bitcoin, masih berada dalam fase yang penuh tekanan.

Mulai dari anjloknya kapitalisasi perusahaan pemegang aset kripto hingga melemahnya aktivitas perdagangan.

Bahkan, perusahaan pemegang Bitcoin terbesar di dunia, Strategy, mulai menjual sebagian kepemilikan Bitcoinnya tahun ini untuk memperkuat posisi kas perusahaan.

Baca Juga: Ancaman Baru untuk Bitcoin, Komputer Kuantum Bisa Bobol Dompet Kripto

1. Harga Bitcoin Sudah Turun hingga 33% Sepanjang 2026

Indikator pertama tentu berasal dari harga Bitcoin sendiri. Reuters mencatat Bitcoin sempat kehilangan sekitar 33% nilainya sepanjang 2026.

Tekanan tersebut dipicu kombinasi berbagai faktor, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak dunia, hingga perubahan arah kebijakan Federal Reserve di bawah Ketua baru, Kevin Warsh.

Turunnya harga Bitcoin ikut menggerus nilai aset perusahaan-perusahaan yang menjadikan Bitcoin sebagai cadangan utama.

2. Kapitalisasi Perusahaan Treasury Kripto Turun Lebih dari Separuh

Tekanan juga terlihat dari nilai perusahaan-perusahaan Digital Asset Treasury (DAT), yakni perusahaan publik yang menyimpan aset kripto sebagai aset utama.

Data Artemis Terminal menunjukkan kapitalisasi pasar gabungan perusahaan treasury kripto sempat mencapai sekitar US$140 miliar pada Juli 2025 ketika pasar kripto berada di puncak euforia.

Namun hingga pertengahan 2026, nilainya tinggal sekitar US$60 miliar.

Artinya, kapitalisasi pasar kelompok perusahaan tersebut telah menyusut lebih dari 50%, mencerminkan turunnya optimisme investor terhadap sektor ini.

Baca Juga: Bitcoin-Ethereum Kehilangan Momentum, Citi Turunkan Proyeksi 12 Bulan

3. Valuasi Perusahaan Kini Lebih Rendah dari Nilai Asetnya

Indikator ketiga berasal dari market-to-net asset value (mNAV). Rasio ini membandingkan kapitalisasi pasar perusahaan dengan nilai aset kripto yang dimilikinya.

Pada 2025, mayoritas perusahaan treasury kripto diperdagangkan dengan mNAV di atas 1. Namun sejak November 2025, mNAV gabungan turun di bawah angka 1 dan belum kembali pulih hingga sekarang.

Artinya, banyak perusahaan kini diperdagangkan dengan valuasi yang bahkan lebih rendah dibanding nilai aset kripto yang mereka miliki.

4. Aktivitas Perdagangan Investor Ikut Menurun

Menurut data Artemis Terminal, volume perdagangan mingguan saham perusahaan treasury kripto sempat mencapai sekitar US$65 miliar pada pertengahan 2025.

Namun sepanjang 2026, volumenya lebih sering bergerak di kisaran US$15 miliar hingga US$30 miliar per pekan.

Penurunan aktivitas transaksi ini menunjukkan minat investor terhadap sektor tersebut belum kembali seperti saat pasar sedang bullish.

Baca Juga: Goldman Sachs Rilis ETF Bitcoin Saat Harga Anjlok

Strategy Mulai Menjual Bitcoin

Di tengah kondisi pasar tersebut, Strategy mengumumkan telah menjual sekitar US$218 juta Bitcoin sepanjang tahun ini atau sekitar Rp3,94 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk membayar dividen dan memperkuat cadangan kas perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga membuka peluang menjual Bitcoin hingga US$1,25 miliar sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal.

Langkah serupa juga dilakukan sejumlah perusahaan lain. Nakamoto Inc, misalnya, menjual sekitar 5% kepemilikan Bitcoin pada Maret sebelum kembali melepas sekitar 600 Bitcoin pada Juni.

Meski telah menjual sebagian asetnya, Strategy masih menjadi perusahaan publik dengan kepemilikan aset kripto terbesar di dunia.

Peringkat Perusahaan Aset Nilai Kepemilikan
1 Strategy Bitcoin US$51,23 miliar
2 BitMine Immersion Technologies Ethereum US$9,01 miliar
3 Twenty One Capital Bitcoin US$2,63 miliar
4 Metaplanet Bitcoin US$2,43 miliar
5 MARA Holdings Bitcoin US$2,19 miliar
6 Bitcoin Standard Treasury Company Bitcoin US$1,81 miliar
7 Bullish Bitcoin US$1,47 miliar
8 Sharplink Ethereum US$1,40 miliar
9 Strive Asset Management Bitcoin US$1,20 miliar
10 SpaceX Bitcoin US$1,13 miliar

Baca Juga: Pejabat Militer AS Sebut Bitcoin Jadi Instrumen Kekuatan Nasional




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×