kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Balas Menlu AS, China: Pompeo tidak punya bukti virus corona dari Wuhan


Rabu, 06 Mei 2020 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China membalas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) atas klaimnya bahwa virus corona baru berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, dengan mengatakan, ia tidak memiliki bukti.

Washington dan Beijing telah berulang kali berselisih soal virus corona, yang pertama kali terdeteksi muncul di China akhir tahun lalu, tetapi sejak itu menyebar dan menjadi pandemi global.

Teori konspirasi bahwa virus corona berasal dari laboratorium virologi dengan keamanan maksimum di Wuhan telah berputar sejak awal tahun ini, tetapi dibawa ke arus utama bulan lalu oleh pejabat AS.

Baca Juga: Bakal memanas, penyiar China sebut Menlu AS sebagai Evil Pompeo

Pompeo menyatakan pada Minggu (3/5), ada "bukti besar" yang menunjukkan virus corona berasal dari laboratorium China.

"Saya pikir masalah ini harus diserahkan kepada ilmuwan dan profesional medis, dan bukan politisi yang berbohong demi tujuan politik domestik mereka sendiri," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying seperti dikutip Channelnewsasia.com.

"Tuan Pompeo berulang kali berbicara tetapi dia tidak bisa memberikan bukti. Bagaimana dia bisa? Karena dia tidak punya," ujarnya.

Sebagian besar ilmuwan percaya, virus corona baru melompat dari hewan ke manusia, dengan kecurigaan di sekitar pasar basah di Kota Wuhan yang menjual satwa liar untuk daging konsumsi.

Presiden Donald Trump semakin kritis terhadap manajemen wabah China, dengan mengatakan pekan lalu, ia telah melihat bukti yang menghubungkan virus corona ke laboratorium Wuhan dan mengancam tarif perdagangan baru terhadap Beijing.

AS adalah negara yang paling terpukul di dunia, dengan lebih dari 70.000 kematian.

Baca Juga: Trump: AS segera melaporkan tentang asal muasal virus corona

Beijing pun menuduh AS berusaha mengalihkan perhatian dari penanganan domestiknya terhadap wabah virus corona. "Kami mendesak AS untuk berhenti mengalihkan fokus ke China," tegas Hua.

"AS harus menangani urusan dalam negerinya dengan benar terlebih dahulu. Yang paling penting sekarang adalah mengendalikan penyebaran pandemi domestik AS dan memikirkan cara-cara untuk menyelamatkan jiwa," imbuhnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×