kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Cina membeli 700.000 ton daging babi dan sorgum dari AS tahun ini


Selasa, 15 Oktober 2019 / 16:43 WIB

Cina membeli 700.000 ton daging babi dan sorgum dari AS tahun ini
ILUSTRASI. Pork for is seen at a supermarket in Beijing, China, April 11, 2019. REUTERS/Jason Lee

KONTAN.CO.ID -BEIJING.  Untuk memenuhi permintaan pasar,  perusahaan-perusahaan Cina telah membeli 700.000 ton daging babi serta 700.000 ton sorgum dari Amerika Serikat tahun ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Selasa (15/10) menyatakan, pembelian daging babi dan sorgum untuk memenuhi permintaan pasar.  Selain daging babi dan sorgum,  “China juga telah membeli 320.000 ton kapas, 230.000 ton gandum, dan 20 juta ton kedelai dari AS,”  kata juru bicara Kementeriam Luar Negeri China Geng Shuang pada jumpa pers harian dengan media di sana, termasuk Reuters.


Pembelian ini sekaligus menjawab tuntunan Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan perang dagang antar dua negara tersebut. Pada Jumat pekan lalu, Trump mengatakan,  China telah setuju untuk membeli barang pertanian senilai US$ 40 miliar hingga US$ 50 miliar dari AS dalam fase pertama perjanjian untuk mengakhiri perang perdagangan.

Menurut data bea cukai Tiongkok, Cina telah mendatangkan 500.000 ton sorgum dalam delapan bulan pertama tahun ini, hampir semuanya dari Amerika Serikat. Adapun impor daging babi China sembilan bulan pertama tahun ini adalah 1,33 juta ton, naik 43,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya.  

Menurut data USDA, para importir Tiongkok melakukan pembelian besar-besaran mingguan daging babi Amerika minggu lalu, menjelang pembicaraan perdagangan, termasuk 18.810 ton untuk pengiriman tahun ini dan 123.362 ton untuk pengiriman pada tahun 2020 USDA juga mengkonfirmasi penjualan 1,18 juta ton kedelai ke China dalam pekan yang berakhir 3 Oktober lalu.

Hanya analis mengingatkan, pembelian yang dipesan oleh perusahaan-perusahaan Cina mungkin tidak semuanya dikirimkan. "Tidak semua daging babi akan dikirimkan ke China tahun ini dan kemungkinan beberapa pemesanan dibatalkan kemudian," kata Jim Huang, kepala eksekutif China-America Commodity Data Analytics, sebuah konsultan pertanian independen.

 


Reporter: Titis Nurdiana
Editor: Titis Nurdiana

Video Pilihan


Close [X]
×