kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Citigroup: Gempa bikin suplai energi Jepang benar-benar terganggu


Jumat, 18 Maret 2011 / 07:22 WIB
ILUSTRASI. Petugas dengan alat pelindung diri berdiri di salah satu beranda di Rumahsakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020).


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Gempa dan tsunami dahsyat yang melanda Jepang 11 Maret lalu bakal membuat Negeri Matahari Terbit itu kesulitan pasokan energi. Menurut Citigroup Inc, masalah tersebut juga akan merembet kepada aktivitas bisnis di Jepang sehingga mempengaruhi perekonomiannya.

"Kekhawatiran terbesar adalah ledakan dahsyat pada suplai energi di wilayah timur Jepang. Sangat sulit untuk mengatakan berapa lama kondisi ini akan berdampak negatif pada aktivitas korporat," jelas Kiichi Murashima, chief economist Citigroup Global Markets Japan di Tokyo.

Murashima memprediksi, di bawah skenario terburuk, suplai energi di Jepang kemungkinan akan berkurang sebanyak 54% dan akan mempengaruhi perusahaan-perusahaan yang bergantung pada suplai energi dari Tokyo Electric Power Co. Kalkulasi itu dibuat berdasarkan pada penghentian sementara waktu kegiatan operasional di seluruh pabrik nuklir.

"Dengan mempertimbangkan dampak gempa terhadap perekonomian, kami memprediksi, kapasitas suplai energi Jepang benar-benar terganggu," kata Murashima.




TERBARU

[X]
×