kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Citigroup: Gempa bikin suplai energi Jepang benar-benar terganggu


Jumat, 18 Maret 2011 / 07:22 WIB
ILUSTRASI. Petugas dengan alat pelindung diri berdiri di salah satu beranda di Rumahsakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020).


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Gempa dan tsunami dahsyat yang melanda Jepang 11 Maret lalu bakal membuat Negeri Matahari Terbit itu kesulitan pasokan energi. Menurut Citigroup Inc, masalah tersebut juga akan merembet kepada aktivitas bisnis di Jepang sehingga mempengaruhi perekonomiannya.

"Kekhawatiran terbesar adalah ledakan dahsyat pada suplai energi di wilayah timur Jepang. Sangat sulit untuk mengatakan berapa lama kondisi ini akan berdampak negatif pada aktivitas korporat," jelas Kiichi Murashima, chief economist Citigroup Global Markets Japan di Tokyo.

Murashima memprediksi, di bawah skenario terburuk, suplai energi di Jepang kemungkinan akan berkurang sebanyak 54% dan akan mempengaruhi perusahaan-perusahaan yang bergantung pada suplai energi dari Tokyo Electric Power Co. Kalkulasi itu dibuat berdasarkan pada penghentian sementara waktu kegiatan operasional di seluruh pabrik nuklir.

"Dengan mempertimbangkan dampak gempa terhadap perekonomian, kami memprediksi, kapasitas suplai energi Jepang benar-benar terganggu," kata Murashima.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×