kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Crane Runtuh Timpa Kereta Api, 32 Tewas, Ini Kronologi Tragis di Thailand


Rabu, 14 Januari 2026 / 21:06 WIB
Crane Runtuh Timpa Kereta Api, 32 Tewas, Ini Kronologi Tragis di Thailand
Kecelakaan kereta api di Thailand (REUTERS/Chalinee Thirasupa). Petugas penyelamat mencari di lokasi kecelakaan kereta api ketika sebuah derek konstruksi roboh dan menimpa gerbong-gerbongnya, menyebabkan beberapa korban jiwa, di distrik Sikhio, provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, 14 Januari 2026.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SIKHIO. Sebuah kecelakaan fatal terjadi di timur laut Thailand pada Rabu (14/1/2026), setelah sebuah derek konstruksi proyek kereta cepat runtuh dan menimpa kereta penumpang yang sedang melintas.

Insiden ini menewaskan sedikitnya 32 orang dan menyebabkan 66 lainnya mengalami luka-luka, menurut keterangan otoritas setempat.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di Distrik Sikhio, Provinsi Nakhon Ratchasima, sekitar 230 kilometer di timur laut Bangkok.

Kereta yang menjadi korban kecelakaan diketahui sedang dalam perjalanan dari Bangkok menuju Provinsi Ubon Ratchathani dengan membawa total 195 penumpang.

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Thailand Berujung Tragedi, 25 Penumpang Tewas

Gubernur wilayah setempat menjelaskan, derek yang runtuh sedang digunakan dalam proyek pembangunan jalur kereta cepat yang berada di atas jalur rel eksisting.

Saat derek itu roboh, dua gerbong kereta tertimpa, menyebabkan rangkaian kereta anjlok dari rel dan sempat terbakar.

Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, mengatakan pemerintah telah memerintahkan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

“Kami akan menyelidiki secara tuntas insiden ini untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menginstruksikan Otoritas Kereta Api Negara Thailand untuk memberikan kompensasi yang layak kepada keluarga korban meninggal maupun penumpang yang terluka. 

Baca Juga: KAI Commuter Dapat Dukungan untuk Berantas Pelecehan Seksual di Kereta

Ia juga menegaskan perlunya proses hukum jika ditemukan unsur kelalaian. “Kita perlu menyelidiki kejadian ini secara serius dan mengambil langkah hukum yang diperlukan,” kata Anutin kepada wartawan.

Perusahaan Italian-Thai Development Public Company Limited (ITD), kontraktor yang mengerjakan segmen proyek kereta cepat tersebut, menyampaikan penyesalan mendalam atas kecelakaan itu.

Perusahaan menyatakan siap memberikan kompensasi dan bantuan kepada para korban serta keluarga mereka.

Insiden ini kembali menyorot catatan keselamatan proyek konstruksi besar di Thailand. Pada Maret tahun lalu, sebuah gedung 30 lantai yang tengah dibangun di Bangkok oleh konsorsium yang melibatkan ITD juga runtuh, menewaskan 89 orang.

Peristiwa itu terjadi setelah gempa berkekuatan 8,8 magnitudo mengguncang wilayah Myanmar dan dirasakan hingga Thailand. 

Atas kejadian tersebut, Presiden ITD Premchai Karnasuta didakwa bersama 22 orang lainnya atas dugaan kelalaian dan pelanggaran aturan konstruksi, meski seluruh terdakwa membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga: Ini 30 Contoh Ucapan Selamat Hari Kereta Api Nasional 2025 Sesuai Tema

Rekaman dan foto yang dirilis Kementerian Transportasi Thailand menunjukkan gerbong kereta terguling di sisi rel, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api dengan asap tebal membubung dari lokasi kecelakaan. 

Video yang diverifikasi memperlihatkan tim penyelamat berjuang mengevakuasi korban dari gerbong yang ringsek, sementara sejumlah penumpang yang terluka parah segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Hingga Rabu malam, proses evakuasi dan pembersihan jalur rel masih berlangsung. Anutin mengatakan jalur tersebut ditargetkan dapat dibuka kembali sebelum akhir pekan karena merupakan rute kereta utama.

Ia mengingatkan bahwa gangguan berkepanjangan dapat berdampak pada aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Proyek kereta cepat yang tengah dibangun merupakan bagian dari jalur Bangkok–Nakhon Ratchasima, yang nantinya akan terhubung dengan Laos hingga ke Kota Kunming di China. 

Baca Juga: Daftar Kereta Api Stainless Steel New Generation Bertambah, Mulai 15-16 Juli 2025

Pemerintah Thailand sebelumnya menyatakan lebih dari sepertiga konstruksi segmen tersebut telah rampung, dengan target penyelesaian seluruh jalur hingga Nong Khai pada 2030.

Menanggapi insiden ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan pemerintah China memberikan perhatian serius terhadap keselamatan proyek dan personel yang terlibat di Thailand. 

Ia menegaskan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan dan menyebut bahwa segmen proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan Thailand.


Tag


TERBARU

[X]
×