Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Singapura menjadi negara dengan konsumsi minyak terbesar per kapita pada 2025 berdasarkan data Eni dalam laporan World Energy Review 2026.
Pengukuran dilakukan berdasarkan jumlah barel minyak yang dikonsumsi setiap orang dalam satu tahun.
Perhitungannya mencakup bahan bakar untuk pelayaran internasional, bahan bakar kilang minyak, dan biofuel.
Konsumsi minyak Singapura mencapai 93,63 barel per orang per tahun.
Baca Juga: Indonesia Peringkat 5, Ini Daftar Negara Penghasil Emisi Karbon Terbesar di Dunia
Daftar 15 Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar per Kapita
Berikut 15 negara dan wilayah dengan konsumsi minyak per kapita terbesar pada 2025.
- Singapura: 93,63 barel per kapita per tahun.
- Curaçao: 84,41 barel per kapita per tahun.
- Brunei Darussalam: 43,83 barel per kapita per tahun.
- Qatar: 40,19 barel per kapita per tahun.
- Malta: 39,65 barel per kapita per tahun.
- Kuwait: 39,23 barel per kapita per tahun.
- Uni Emirat Arab: 36,74 barel per kapita per tahun.
- Arab Saudi: 36,68 barel per kapita per tahun.
- Luksemburg: 26,46 barel per kapita per tahun.
- Kanada: 22,53 barel per kapita per tahun.
- Amerika Serikat: 22,10 barel per kapita per tahun.
- Islandia: 19,82 barel per kapita per tahun.
- Belgia: 18,62 barel per kapita per tahun.
- Bahrain: 18,09 barel per kapita per tahun.
- Korea Selatan: 17,22 barel per kapita per tahun.
Negara-negara Timur Tengah juga memiliki posisi kuat dalam daftar konsumsi minyak per kapita.
Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi menempati empat dari 10 peringkat teratas.
Tingginya konsumsi minyak di sejumlah negara tersebut berkaitan dengan industri yang membutuhkan energi besar, harga bahan bakar yang secara historis relatif murah, serta jumlah penduduk yang relatif kecil.
Baca Juga: Daftar 20 Negara Terkaya di Dunia 2026 Berdasarkan PDB per Kapita
Singapura Menjadi Konsumen Minyak Terbesar
Tingginya konsumsi minyak per kapita Singapura berkaitan erat dengan posisinya sebagai salah satu pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia.
Negara tetangga Indonesia tersebut memiliki pelabuhan peti kemas tersibuk kedua di dunia setelah Shanghai.
Lokasinya yang berada di sepanjang Selat Malaka juga menjadikannya jalur penting bagi perdagangan dan pelayaran internasional.
Banyak kapal yang melintasi jalur tersebut singgah di Singapura untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan.
Karena bahan bakar yang disalurkan kepada kapal internasional ikut dihitung dalam data konsumsi minyak, aktivitas tersebut turut meningkatkan angka per kapita Singapura.
Jumlah penduduk yang relatif kecil juga memengaruhi hasil perhitungan.
Ketika konsumsi minyak untuk kebutuhan perdagangan dan industri dibagi dengan populasi yang tidak terlalu besar, angka per kapitanya menjadi tinggi.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Penerimaan Pajak Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
