kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Darurat Energi, Uni Eropa Atur Batas Atas Harga Gas


Selasa, 30 Agustus 2022 / 20:05 WIB
Darurat Energi, Uni Eropa Atur Batas Atas Harga Gas
ILUSTRASI. Ophir Energy Plc., perusahaan bidang eksplorasi dan produk hulu minyak dan gas asal Inggris. Darurat Energi, Uni Eropa Atur Batas Atas Harga Gas


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  ENGLAND. Darurat pasokan energi membuat Uni Eropa (EU) berupaya mengembangkan instrumen kebijakan untuk mengatasi lonjakan harga gas. Salah satu usulan dengan membuat batas atas harga gas.  

UE Mempertimbangkan aturan batas harga tersebut berdasarkan rancangan dokumen internal UE yang dilihat oleh Bloomberg pada awal tahun ini. Kemudian memperkenalkan harga yang diatur maksimum dalam keadaan darurat dan kebijakan diberlakukan sampai harga pulih. 

Salah satu kemungkinannya adalah membatasi harga di bursa gas Eropa. Namun dokumen tersebut menunjukkan mekanisme seperti itu secara umum dapat diperkenalkan dengan cara yang berbeda di berbagai tingkat rantai pasokan gas.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, intervensi secara jangka pendek akan dilakukan untuk meredam melonjaknya biaya listrik dan pada akhirnya berusaha memutuskan hubungan antara harga gas dan listrik. 

Baca Juga: Harga Energi Membumbung Tinggi, Uniper Minta Tambahan Dana dari Jerman

“Kita harus mengembangkan instrumen yang memastikan bahwa harga gas tidak lagi mendominasi harga listrik. Kami melihat sekarang harga gas sangat tinggi dan harus kami pisahkan," kata Von dikutip dari Bloomberg, Selasa (30/8). 

Dia juga mengatakan blok tersebut harus mengambil langkah-langkah mendesak untuk mengatasi harga yang meningkat karena didorong oleh kegugupan di pasar dan spekulasi. 

“Kita harus mengembangkan instrumen, yang akan terjadi dalam beberapa hari dan minggu ke depan, yang memastikan harga gas tidak lagi mendominasi harga listrik,” katanya.

Lonjakan harga listrik yang belum pernah terjadi sebelumnya, telah melonjak hampir 10 kali lipat pada tahun lalu. Hal ini telah memicu inflasi dan secara dramatis meningkatkan beban ekonomi pada bisnis dan rumah tangga yang pulih dari pandemi.

Semakin banyak negara anggota menyerukan pembatasan harga. Misalnya saja, Republik Ceko, yang memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa, akan mengadakan pertemuan luar biasa para menteri energi pada 9 September mendatang. 

Susunan yang tepat dari rencana aturan tersebut masih dikembangkan, dan para diplomat UE mengatakan komisi itu dapat menawarkan rencana lebih terperinci pada minggu ini.

Baca Juga: Sepakat Potong Konsumsi Gas, Uni Eropa: Ini Bukan Misi yang Mustahil!

“Ketika Eropa menemukan dirinya di tengah keadaan luar biasa, intervensi luar biasa memang masuk akal. Namun, ada sejumlah trade-off, dan tantangan utama bagi pembuat kebijakan Eropa," kata Simone Tagliapietra, seorang rekan senior di think tank Bruegel. 

Dengan Rusia menekan pengiriman gas dan pemadaman pembangkit listrik yang semakin melemahkan pasokan, membuat para pemimpin UE bertindak lebih cepat atau berisiko menimbulkan kerusuhan sosial dan pergolakan politik.

“Harga listrik yang meroket sekarang memperlihatkan, untuk alasan yang berbeda, keterbatasan desain pasar listrik kami saat ini. Itu dikembangkan dalam keadaan yang sama sekali berbeda dan tujuan yang sama sekali berbeda," kata von der Leyen Senin sebelumnya di KTT Strategis Bled di Slovenia. 

Baca Juga: Tutup Pasokan Rusia yang Hilang, Uni Eropa Berniat Tingkatkan Impor LNG dari Nigeria

Dalam jangka pendek, Habeck menyarankan mempertimbangkan pajak jangka pendek atas keuntungan berlebihan oleh perusahaan energi sebagai bagian dari transisi.

“Perusahaan masih akan mendapatkan uang, tetapi kemudian akan diambil dari mereka dan digunakan untuk menjaga kohesi sosial dan juga untuk membiayai bantuan apa pun bagi perusahaan, selama kami telah mengembangkan dan menerapkan desain pasar baru,” terangnya. 




TERBARU

[X]
×