kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Defisit Perdagangan AS Menyempit, Impor Cetak Rekor di Tengah Booming AI


Rabu, 04 November 2026 / 23:05 WIB
Defisit Perdagangan AS Menyempit, Impor Cetak Rekor di Tengah Booming AI
ILUSTRASI. Amerika Serikat - Manhattan Bridge New York (REUTERS/David Dee Delgado)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) sedikit menyempit pada September 2026. Namun, nilai impor justru mencatatkan rekor tertinggi di tengah kuatnya permintaan domestik dan lonjakan investasi perusahaan pada sektor kecerdasan buatan (AI).

Laporan Departemen Perdagangan AS yang dirilis Rabu (4/11/2026) juga menunjukkan, negara tersebut mencatatkan rekor defisit perdagangan barang dengan sejumlah negara, termasuk Meksiko, Vietnam, Taiwan, dan Korea Selatan.

Capaian tersebut terjadi meski Presiden Donald Trump telah menerapkan kebijakan tarif impor secara agresif.

Baca Juga: Google Perluas Program Pensiun Dini Sukarela di Beberapa Negara, Ada Apa?

Defisit perdagangan AS menyusut 0,7% menjadi US$ 105 miliar pada September 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar US$ 108 miliar.

Di sisi lain, impor AS meningkat 1,2% menjadi US$ 426,6 miliar atau mencapai rekor tertinggi. Impor barang juga naik 1,3% menjadi US$ 346,9 miliar.

Kenaikan terutama didorong oleh impor barang modal yang melonjak US$ 11,6 miliar menjadi rekor US$ 158 miliar.

Lonjakan ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur AI yang meningkatkan kebutuhan impor komputer dan aksesori komputer. Namun, impor semikonduktor justru turun US$ 1,2 miliar.

Impor barang konsumsi turut meningkat US$ 2,4 miliar, terutama karena kenaikan impor produk farmasi sebesar US$ 2,9 miliar.

Baca Juga: Parlemen Turki Ratifikasi Pakta Pertahanan dengan Arab Saudi dan Pakistan

Sebaliknya, impor pasokan dan bahan industri turun US$ 3,7 miliar akibat penurunan impor emas nonmoneter dan minyak mentah.

Impor nonminyak AS juga mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Ekonom Senior Amerika Utara Capital Economics Thomas Ryan mengatakan, lonjakan impor barang untuk mendukung pembangunan infrastruktur AI menjadi salah satu faktor utama yang mendorong defisit perdagangan AS mendekati rekor tertinggi.

Namun, menurut dia, terdapat ketidakpastian mengenai keberlanjutan laju impor tersebut setelah sejumlah kandidat yang kritis terhadap pengembangan AI meraih kemenangan dalam pemilihan gubernur di beberapa negara bagian.

"Impor besar-besaran barang-barang tersebut untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi faktor utama di balik melebar-nya defisit perdagangan hingga mencapai tingkat yang mendekati rekor tertinggi saat ini," kata Ryan.

Baca Juga: Kekalahan Partai Republik di Pemilu AS Berpotensi Ubah Arah Kebijakan Dagang Trump

Sementara itu, ekspor AS meningkat 1,9% menjadi US$ 321,5 miliar pada September. Ekspor barang naik 2,5% menjadi US$ 211 miliar.

Ekspor barang modal meningkat US$ 3,8 miliar menjadi rekor US$ 73,3 miliar, didorong oleh pengiriman komputer, aksesori komputer, dan pesawat sipil.

Ekspor makanan dan minuman juga naik US$ 1,9 miliar menjadi US$ 16 miliar, tertinggi sejak Juni 2022, seiring peningkatan pengiriman kedelai.

Adapun ekspor minyak mentah AS meningkat US$ 1,2 miliar. AS tercatat sebagai eksportir bersih minyak.

Jika memperhitungkan inflasi, defisit perdagangan barang AS justru melebar US$ 3,5 miliar atau 3% menjadi US$ 119,5 miliar pada September.

Pemerintah AS sebelumnya memperkirakan impor memangkas 2,64 poin persentase dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III-2026. Penurunan kontribusi tersebut menjadi yang terbesar sejak kuartal I-2025.

Baca Juga: Donald Trump Kehilangan Kendali Kongres AS, Demokrat Raih Kemenangan Bersejarah

Ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 3,4% pada periode Juli-September 2026 berdasarkan estimasi awal pemerintah.

Namun, perdagangan belum memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi selama empat kuartal berturut-turut.

Di sektor jasa, impor meningkat US$ 800 juta menjadi rekor US$ 79,7 miliar, seiring kenaikan jasa perjalanan dan transportasi.

Ekspor jasa juga naik US$ 700 juta menjadi US$ 110,5 miliar, ditopang peningkatan jasa perjalanan dan penggunaan kekayaan intelektual.

Ekonom Senior BMO Capital Markets Priscilla Thiagamoorthy memperkirakan, ekspor neto masih akan menjadi penekan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal IV-2026, meskipun investasi bisnis yang kuat masih menopang aktivitas ekonomi secara keseluruhan.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×