Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data awal, defisit perdagangan barang Amerika Serikat (AS) melebar menjadi US$ 132,6 miliar pada Agustus 2026 dari US$ 118,9 miliar pada bulan Juli.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Rabu (30/9), angka ini merupakan defisit terbesar sejak Maret 2025, saat selisihnya mencapai rekor US$ 158,7 miliar dan jauh melampaui perkiraan pasar yang memprediksi defisit sebesar US$ 115 miliar.
Impor naik 5,5% dari bulan sebelumnya ke level tertinggi dalam 17 bulan sebesar US$ 336,1 miliar, didorong oleh lonjakan 16,6% pada pengiriman masuk pasokan industri, sementara impor barang modal, yang mencakup komputer, semikonduktor, dan peralatan telekomunikasi, juga naik 4%.
Di sisi lain, ekspor meningkat 1,9% menjadi US$ 203,4 miliar, mengakhiri tren penurunan selama tiga bulan berturut-turut, dengan peningkatan pada pengiriman keluar pasokan industri (8,3%) dan barang modal (2%). Namun, ekspor kendaraan otomotif turun 6,9%.
Defisit perdagangan ini berfluktuasi karena konflik di Timur Tengah telah mendorong permintaan global terhadap produk minyak bumi AS, sementara perusahaan-perusahaan Amerika menimbun barang dan material untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok.












