kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Demo masih berlangsung, penjualan ritel Hong Kong nyungsep 18%


Jumat, 01 November 2019 / 22:36 WIB
ILUSTRASI. Masyarakat berbelanja di sebuah pasar di Hong Kong, 17 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Penjualan ritel Hong Kong anjlok pada September. Aksi protes anti-pemerintah yang telah mencengkeram kota ini selama hampir lima bulan membuat wisatawan takut untuk datang dan belanja.

Sejak Juni lalu, pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Hong Kong dalam demonstrasi yang terkadang berakhir dengan bentrokan dengan Kepolisian dan melumpuhkan sebagian pusat keuangan Asia ini.

Sudah terhambat oleh perang dagang Amerika Serikat (AS)-China dan ekonomi Tiongkok yang melambat, protes tersebut semakin merusak ekonomi Hong Kong, menghantam sektor ritel dan pariwisata.

Baca Juga: Efek demo, Menteri Keuangan Hong Kong: Tidak mungkin ekonomi tumbuh tahun ini

Alhasil, penjualan ritel Hong Kong pada September tahun ini merosot 18,3% dari bulan sama tahun lalu. Menurut data Refinitiv, ini penurunan terdalam ketiga, setelah Agustus 2019 yang anjlok 22,9% dan September 1998 turun 21.5%.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam, Rabu (30/10) lalu, mengatakan, jumlah wisatawan asing turun hingga 50% pada paruh pertama Oktober. "Kerusuhan yang berkelanjutan telah melumpuhkan perdagangan ritel kami, serta katering, transportasi, dan berbagai bisnis lain yang terkait dengan industri pariwisata," katanya seperti dikutip Reuters.




TERBARU

[X]
×