kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Efek demo, Menteri Keuangan Hong Kong: Tidak mungkin ekonomi tumbuh tahun ini


Senin, 28 Oktober 2019 / 13:15 WIB
Efek demo, Menteri Keuangan Hong Kong: Tidak mungkin ekonomi tumbuh tahun ini
ILUSTRASI. Polisi menahan seorang pria dalam aksi protes di depan kantor Kepolisan di Distrik Mong Kok, Hong Kong, 7 Oktober 2019.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Ekonomi Hong Kong jatuh ke dalam resesi, setelah kena hantam demo yang sudah berlangsung lebih dari lima bulan dan tidak menunjukan tanda-tanda bakal mereda.

Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan menyatakan, tidak mungkin untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tahun ini. "Pukulan untuk perekonomian kita adalah komprehensif," katanya dalam sebuah posting di blog-nya, Minggu (27/10), seperti dikutip Reuters.

Chan memperkirakan, mengacu proyeksi awal, pertumbuhan ekonomi Hong Kong di kuartal ketiga tahun ini akan mengalami kontraksi. Ini kali kedua secara berturut-turut ekonomi pusat keuangan Asia ini mengalami kontraksi, defisini teknis dari resesi.

Baca Juga: Pengadilan Hong Kong larang penyebaran identitas pribadi polisi dan keluarganya

Alahasil, Chan mengatakan, akan sangat sulit untuk mencapai proyeksi sebelum unjuk rasa anti-pemerintah pecah, yakni ekonomi tahun ini tumbuh lebih tinggi 0%-1% dari tahun lalu.

Aksi protes di bekas koloni Inggris ini telah memasuki pekan ke-21. Pada Minggu (27/10), demonstran berpakaian hitam dan bertopeng membakar toko dan melemparkan bom molotov ke polisi yang merespons dengan tembakan gas air mata, meriam air, serta peluru karet.

Para pengunjuk rasa secara rutin membakar toko dan bisnis termasuk bank, terutama milik perusahaan China. Mereka juga merusak sistem kereta metro MTR Corp karena melihatnya pengelola jaringan transportasi itu bertindak atas perintah pemerintah untuk menghambat aksi.


Tag


TERBARU

Close [X]
×