Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Kremlin mengatakan pada hari Jumat (6/3) bahwa perang di Iran telah memicu permintaan akan produk energi Rusia, sehari setelah Departemen Keuangan AS mengeluarkan pengecualian 30 hari yang memungkinkan India untuk membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut.
Konflik tersebut, yang memasuki hari ketujuh pada hari Jumat, telah menyebabkan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting, hampir sepenuhnya tertutup, dengan negara-negara di seluruh dunia terputus dari seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global.
Baca Juga: Harga Minyak Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak Invasi Rusia ke Ukraina 2022
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia telah dan tetap menjadi pemasok minyak dan gas yang andal, baik melalui pipa maupun dalam bentuk cair.
“Kita melihat peningkatan signifikan dalam permintaan sumber daya energi Rusia sehubungan dengan perang di Iran. Rusia telah dan tetap menjadi pemasok yang andal baik untuk minyak maupun gas, termasuk gas pipa dan gas alam cair,” kata Peskov kepada wartawan.
“Rusia juga tetap mampu menjamin keberlanjutan semua pengiriman yang telah disepakati kontraknya.”
Peskov menolak untuk mengungkapkan kemungkinan volume pasokan minyak Rusia ke India setelah pengecualian dari Washington, yang menyusul tekanan AS selama berbulan-bulan kepada New Delhi untuk tidak membeli minyak Rusia.
Baca Juga: Iran Serang Dubai, Orang-Orang Kaya Asia Pindahkan Dananya dari Uni Emirat Arab













