kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Departemen Luar Negeri AS beri lampu hijau untuk penjualan jet F-16 ke Filipina


Jumat, 25 Juni 2021 / 08:31 WIB
ILUSTRASI. Jet F-16 Angkatan Udara AS selama latihan NATO di Estonia, 12 Juni 2018.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Presiden kontroversial ini mengatakan kepada Washington tahun lalu bahwa ia membatalkan VFA di tengah kemarahan atas penolakan visa AS terhadap seorang senator dan sekutunya.

Menurut Gregory Poling, pakar keamanan maritim di Pusat Studi Strategis dan Internasional AS, keluhan Duterte merupakan wujud kekecewaan karena AS tidak menyediakan peralatan berkualitas tinggi ke Filipina.

Filipina adalah sekutu perjanjian AS dan beberapa perjanjian militer bergantung pada VFA, yang mengatur rotasi ribuan tentara AS masuk dan keluar dari Filipina.

Program rotasi pasukan ini tidak hanya bermanfaat untuk pertahanan Filipina, tetapi juga strategis bagi Amerika Serikat dalam hal melawan perilaku China yang semakin asertif di kawasan.

Selanjutnya: Amerika Serikat siapkan US$ 150 juta untuk perkuat militer Ukraina




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×