kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Di COP26, 190 negara dan organisasi sepakat meninggalkan batubara


Kamis, 04 November 2021 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Boris Johnson berbicara di Forest event di SEC, Glasgow. Sebanyak 190 negara dan organisasi sepakat meninggalkan batubara.


Sumber: GOV.UK | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

China, Jepang, dan Korea Selatan, tiga pemodal publik batubara terbesar, telah berkomitmen untuk mengakhiri pembiayaan luar negeri untuk pembangkit listrik tenaga uap pada akhir tahun 2021. 

Untuk memenuhi tujuan Paris Agreement, transisi global ke energi bersih perlu berkembang 4 hingga 6 kali lebih cepat dari saat ini. Menghapus batubara secara bertahap dan memberikan transisi yang cepat dan inklusif ke energi bersih sangat penting untuk mewujudkan target tersebut.

Kampanye transisi energi COP26 difokuskan pada percepatan dekarbonisasi sektor listrik dengan menghapus batubara secara bertahap dan mendukung peningkatan cepat energi terbarukan.

Upaya mendasar yang harus dilakukan adalah membuat semua negara menyadari bahwa energi terbarukan adalah pilihan paling menarik untuk pembangkit listrik baru di masa depan.

Selanjutnya: Indonesia terlibat aktif di KTT G20 dan COP26, pengusaha optimistis pada ekonomi




TERBARU

[X]
×