kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Harga BBM India Meroket: Harga Bensin dan Solar Naik Tiga Kali di Bulan Ini


Sabtu, 23 Mei 2026 / 09:52 WIB
Diperbarui Sabtu, 23 Mei 2026 / 10:24 WIB
Harga BBM India Meroket: Harga Bensin dan Solar Naik Tiga Kali di Bulan Ini
ILUSTRASI. Harga Minyak - BBM (REUTERS/Sahiba Chawdhary)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Harga bahan bakar minyak (BBM) di India naik untuk ketiga kalinya di bulan ini pada Sabtu (23/5/2026). Perusahaan pengecer BBM pelat merah India tersebut kembali menaikkan harga bensin dan solar dalam upaya memulihkan kerugian yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah di tengah perang Iran.

Harga bensin di New Delhi akan naik 0,87 rupee (sedikit di bawah 1 sen dolar AS) menjadi 99,51 rupee per liter. Sementara, harga solar akan dinaikkan 0,91 rupee menjadi 92,49 rupee per liter, kata para dealer.

India, pengimpor dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, adalah salah satu ekonomi besar terakhir yang menaikkan harga bahan bakar eceran setelah perang AS-Israel di Iran memicu lonjakan harga secara global.

Harga bahan bakar telah menjadi sekitar 5 rupee lebih mahal selama tiga kali kenaikan harga. Kenaikan harga bahan bakar yang diumumkan pada 15 Mei adalah yang pertama di India dalam empat tahun terakhir.

Baca Juga: Minyak Dunia Berbalik Arah, Ini Pemicu Harga Brent dan WTI Kembali Melonjak

Perusahaan-perusahaan menaikkan harga bahan bakar secara bertahap, mirip dengan cara mereka pada April 2022, ketika mereka menaikkan harga eceran setelah pemilihan di beberapa negara bagian penting, termasuk Uttar Pradesh di utara.

Partai-partai oposisi mengatakan pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi telah menunda kenaikan harga saat ini untuk mencoba memenangkan suara dalam pemilihan negara bagian baru-baru ini.

Namun, sumber-sumber di perusahaan penyulingan minyak mengatakan bahwa kenaikan harga lebih lanjut masih diperlukan untuk menutup kerugian.

Bharat Petroleum (BPCL) terus mengalami kerugian pendapatan sebesar 25 hingga 30 rupee per liter untuk solar dan 10 hingga 14 rupee per liter untuk bensin meskipun harga telah dinaikkan, kata ketua perusahaan penyulingan tersebut awal pekan ini.

Kementerian perminyakan India mengatakan pemerintah tidak berencana untuk memberikan dukungan keuangan kepada perusahaan penyulingan minyak.

BPCL, Indian Oil Corp, dan Hindustan Petroleum bersama-sama mengendalikan lebih dari 90% jaringan 103.000 stasiun bahan bakar dan cenderung menetapkan harga secara bersamaan.

($1 = 95,6900 Rupee India) 


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×