kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Di tengah wabah corona, China berencana bebaskan tarif beberapa produk AS


Selasa, 18 Februari 2020 / 19:00 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi pelabuhan di China.


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China berencana tidak akan mengenakan tarif tambahan untuk 696 produk yang diimpor dari Amerika Serikat (AS) termasuk produk pertanian dan energi seperti daging babi, daging sapi, kedelai, gas alam cair dan minyak mentah.

Dilansir Reuters, Selasa (18/2), rencananya pengecualian menjadi bagian ketiga dan paling substansial yang akan diberikan China sejak dimulainya sengketa perdagangan dengan Amerika Serikat yang terjadi sebulan setelah penandatangan perjanjian perdagangan fase pertemuan pertama antara Washington dan Beijing.

Baca Juga: Direktur rumahsakit di Wuhan jadi korban tewas keganasan virus corona

China telah berkomitmen untuk meningkatkan pembelian barang dan jasa dari Amerika Serikat sebesar US$ 200 miliar selama dua tahun. 

Produk lain yang dikenakan pembebasan tarif tambahan selama eskalasi sengketa perdagangan bilateral termasuk etanol terdenaturasi dan beberapa gandum, jagung dan sorgum.

Beberapa peralatan medis dan logam termasuk bijih tembaga dan konsentrat, skrap tembaga dan skrap aluminium juga dikecualikan, kata kementerian keuangan China dalam sebuah pernyataan.

Pengecualian terjadi di tengah epidemi virus corona yang secara serius mengganggu ekonomi China. Pihak berwenang di seluruh negeri memberlakukan pembatasan perjalanan dan transportasi untuk menghindari penyebaran virus, yang telah membunuh hampir 1.900 dan menginfeksi lebih dari 70.000 di negara itu.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×