kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.049   41,00   0,23%
  • IDX 6.257   22,05   0,35%
  • KOMPAS100 821   3,18   0,39%
  • LQ45 627   3,18   0,51%
  • ISSI 216   0,02   0,01%
  • IDX30 352   2,24   0,64%
  • IDXHIDIV20 433   2,43   0,56%
  • IDX80 94   0,28   0,30%
  • IDXV30 119   0,22   0,18%
  • IDXQ30 113   0,59   0,53%

Digugat monopoli, Visa & Mastercard bayar US$ 6 M


Sabtu, 14 Juli 2012 / 11:46 WIB
Bintang Game of Thrones ini menceritakan pengalaman bergabung dengan Marvel Studios


Reporter: Rika Theo, Bloomberg |

NEW YORK. Visa Inc., Mastercard Inc., dan sejumlah bank besar Amerika Serikat (AS) setuju untuk membayar sedikitnya US$ 6,05 miliar demi menyelesaikan tuntutan para merchant kartu kredit. Menurut dokumen pengadilan hari ini, 7 juta peritel AS mengajukan gugatan bersama bahwa kedua penerbit kartu kredit itu berkonspirasi dalam menentukan biaya gesek kartu kredit.

Sengketa ini sudah berlangsung tujuh tahun lamanya. Sejak tahun 2005, para merchant menuding Visa, Mastercard, dan bank-bank besar melanggar hukum antimonopoli dengan bekerja sama mengatur biaya gesek kartu kredit yang harus dibayar merchant. Alhasil, mereka bisa mengenakan biaya gesek sekitar 2% dari harga pembelian. Dengan biaya ini, bank-bank AS itu meraup penerimaan lebih dari US$ 40 miliar per tahun.

Kasus ini masuk pengadilan dan berlarut-larut hingga akhirnya kedua pihak berdamai. Menurut biro hukum yang mewakili para merchant Robins Kaplan Miller & Ciresi LLP, total nilai dari penyelesaian sengketa itu berjumlah US$ 7,25 miliar. Angka ini termasuk pembayaran tunai senilai US$ 6,05 miliar dan potongan harga sementara bagi para merchant.

Visa, pemilik jaringan transaksi pembayaran elektronik terbesar, mengatakan akan membayar US$ 4,4 miliar dari nilai total penyelesaian itu. Visa berkata, proposal penyelesaian pembayaran total yang memasukkan MasterCard Inc. dan bank-bank penerbit kartu kredit akan mencapai US$ 6,6 miliar. Angka itu termasuk US$ 525 juta untuk klaim individual.

“Kami berharap menyelesaikan kasus ini merupakan keinginan semua pihak,” kata Chief Executive Officer Visa Joseph W. Saunders hari ini.

Namun, pengacara National Association of Convinience Store Douglas Kantor mengatakan penyelesaian tersebut takkan mereformasi pasar. “Visa dan Mastercard masih mengatur biaya sehingga bank-bank itu takkan berkompetisi,” tuturnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×