Ditemukan Varian Baru Kombinasi dari Delta dan Omicron (Deltacron), Apa Gejalanya?

Sabtu, 12 Maret 2022 | 05:30 WIB Sumber: Deseret.com,Reuters
Ditemukan Varian Baru Kombinasi dari Delta dan Omicron (Deltacron), Apa Gejalanya?


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Berikut adalah rangkuman sejumlah penelitian terbaru tentang COVID-19. Hal ini termasuk penelitian yang memerlukan studi lebih lanjut untuk menguatkan temuan dan yang belum disertifikasi oleh peer review.

Ditemukan Deltacron dengan gen Delta dan Omicron 

Menurut para peneliti, versi hibrida dari virus corona yang menggabungkan gen dari varian Delta dan Omicron - dijuluki "Deltacron" - telah diidentifikasi pada setidaknya 17 pasien di Amerika Serikat dan Eropa.

Philippe Colson dari IHU Mediterranee Infection di Marseille, Prancis, penulis utama laporan yang diposting pada hari Selasa di medRxiv menajabarkan, karena hanya ada sedikit kasus yang dikonfirmasi, terlalu dini untuk mengetahui apakah infeksi Deltacron akan sangat menular atau menyebabkan penyakit parah. 

Laporan yang tidak dipublikasikan oleh perusahaan riset genetika Helix yang telah diserahkan ke medRxiv dan dilihat oleh Reuters menginformasikan, timnya menggambarkan tiga pasien di Prancis yang terinfeksi dengan versi SARS-CoV-2 yang menggabungkan protein lonjakan dari varian Omicron dengan "tubuh" varian Delta. Dua infeksi Deltacron lain yang tidak terkait telah diidentifikasi di Amerika Serikat. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 Rendah Bukan Kasusnya Benar-Benar Turun, Ini Penyebabnya Kata WHO

Di papan buletin penelitian virus, tim lain telah melaporkan 12 infeksi Deltacron tambahan di Eropa sejak Januari - semuanya dengan lonjakan Omicron dan Delta.

Rekombinasi genetik dari coronavirus manusia telah diketahui terjadi ketika dua varian menginfeksi sel inang yang sama. 

"Selama pandemi SARS-CoV-2, dua varian atau lebih telah beredar bersama selama periode waktu yang sama dan di wilayah geografis yang sama ... Ini menciptakan peluang untuk rekombinasi antara dua varian ini," kata Colson.

Dia menambahkan bahwa timnya telah merancang tes PCR yang dapat dengan cepat menguji sampel positif untuk keberadaan virus tersebut.

Baca Juga: China Laporkan Lebih dari 1.000 Kasus Covid-19, Tertinggi Sejak Awal 2020

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru