Ditinggal oleh 50 Menterinya, Boris Johnson Mundur sebagai Perdana Menteri Inggris

Kamis, 07 Juli 2022 | 16:10 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Ditinggal oleh 50 Menterinya, Boris Johnson Mundur sebagai Perdana Menteri Inggris

ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berangkat dari Downing Street untuk memberikan pernyataan di Houses of Parliament di London, Selasa (19/4/2022). Boris Johnson akan mengumumkan pengunduran dirinya. REUTERS/Toby Melville.


KONTAN.CO.ID - LONDON. Boris Johnson akan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Inggris pada Kamis (6/7), BBC melaporkan, setelah ditinggalkan oleh menteri yang baru diangkat dan 50 lainnya yang membuat pemerintahan hampir lumpuh.

Dengan delapan menteri, termasuk dua menteri luar negeri, mengundurkan diri dalam dua jam terakhir, Johnson yang terisolasi dan tidak berdaya diatur untuk tunduk pada yang tak terhindarkan dan menyatakan pengunduran dirinya kemudian, menurut laporan BBC.

"Boris Johnson akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif hari ini, dia akan terus menjabat sebagai Perdana Menteri hingga musim gugur," kata BBC dalam laporannya, seperti dikutip Channel News Asia.

"Perlombaan kepemimpinan Partai Konservatif akan berlangsung musim panas ini, dan Perdana Menteri baru akan berada di tempat untuk konferensi partai Tory pada Oktober," sebut BBC.

Baca Juga: Boris Johnson: Jangan Boikot KTT G20 di Indonesia Meski Vladimir Putin Hadir

Editor Politik Sun Harry Cole mengatakan, Johnson bertujuan untuk melanjutkan sebagai Perdana Menteri sampai pemimpin baru dipilih nanti di musim panas, tugas yang bisa memakan waktu hingga dua bulan.

Perkembangan terbaru Johnson datang setelah berhari-hari berjuang untuk pekerjaannya dan lebih dari 50 pengunduran diri menteri dari pemerintahannya, termasuk menteri pendidikan yang baru diangkat Michelle Donelan.

Kenyataan itu jauh dari ketika Johnson naik ke tampuk kekuasaan pada 2019 saat ia memenangkan mayoritas, meraih suara di beberapa bagian Inggris yang belum pernah mendukung Partai Konservatif sebelumnya.

Johnson akan membuat pernyataan pada Kamis, juru bicara Kantor Perdana Menteri Inggris mengatakan.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru