kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.137   44,00   0,24%
  • IDX 4.939   -91,00   -1,81%
  • KOMPAS100 636   -12,45   -1,92%
  • LQ45 506   -7,75   -1,51%
  • ISSI 162   -3,60   -2,17%
  • IDX30 285   -4,08   -1,41%
  • IDXHIDIV20 385   -3,85   -0,99%
  • IDX80 73   -1,36   -1,81%
  • IDXV30 107   -1,31   -1,21%
  • IDXQ30 96   -1,11   -1,14%

Dolar AS Stabil Jumat (6/11), Yen Menguat di Tengah Aksi Jual Saham Global


Jumat, 06 November 2026 / 08:42 WIB
Dolar AS Stabil Jumat (6/11), Yen Menguat di Tengah Aksi Jual Saham Global
ILUSTRASI. Forex - Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stabil terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Jumat (6/11/2026).

Di tengah aksi jual besar-besaran di pasar saham global, investor beralih ke aset lindung nilai atau safe haven, terutama yen Jepang, sekaligus mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Mengutip Reuters, yen menguat 0,2% ke level 157,40 per dolar AS, sekaligus menyentuh posisi terkuat dalam sepekan terakhir. Namun, yen kemudian memangkas sebagian penguatannya.

Baca Juga: Indeks Kospi Anjlok 8,6% Jumat (6/11), Korea Selatan Aktifkan Circuit Breaker

Franc Swiss juga naik 0,2% terhadap dolar AS. Sementara itu, indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya relatif tidak berubah di level 101,55.

Pergeseran minat investor ke aset yang lebih aman terjadi setelah bursa saham AS mengalami aksi jual tajam pada Kamis (5/11/2026). Indeks Nasdaq mencatat penurunan harian terdalam sejak peristiwa Liberation Day pada April 2025.

Tekanan pasar dipicu kekhawatiran terhadap potensi pengawasan regulasi yang lebih ketat terhadap industri kecerdasan buatan (AI), terutama pembangunan pusat data. Kekhawatiran tersebut meningkat setelah Partai Demokrat meraih kemenangan besar dalam pemilihan paruh waktu AS.

Analis OCBC menilai, aksi jual saham AI menciptakan sejumlah faktor yang saling berlawanan bagi pergerakan dolar AS.

Penurunan imbal hasil obligasi AS mengurangi daya tarik dolar sebagai aset lindung nilai, sehingga yen menjadi pilihan utama untuk menghadapi volatilitas yang berpusat di AS.

Baca Juga: Kekhawatiran Regulasi AI Memukul Bursa Jepang Jumat (6/11), Nikkei Ambles 5,5%

Selain itu, aliran dana dari Government Pension Investment Fund (GPIF) Jepang berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi yen.

Peralihan investor ke aset aman turut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Imbal hasilnya sempat turun pada perdagangan semalam dan terakhir berada di 4,84% pada sesi Asia, mendekati level terendah sejak 10 September.

Imbal hasil obligasi tenor dua tahun yang lebih sensitif terhadap ekspektasi suku bunga juga turun sekitar 10 basis poin dalam semalam menjadi 4,47%.

Pergerakan pasar obligasi turut mencerminkan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan kontrak berjangka suku bunga federal funds, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember turun menjadi sekitar 70%, dari lebih dari 80% pada Rabu (4/11/2026).

Baca Juga: Bursa Australia Turun di Bawah 9.000, Saham Tambang dan Teknologi Tertekan

Selanjutnya, perhatian investor tertuju pada laporan tenaga kerja nonpertanian atau non-farm payrolls AS yang dijadwalkan dirilis Jumat. Data tersebut akan menjadi salah satu petunjuk bagi pasar untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Sebelumnya, data klaim awal tunjangan pengangguran AS memberikan sinyal positif terhadap kondisi pasar tenaga kerja. Klaim awal turun 6.000 menjadi 189.000 pada pekan yang berakhir 31 Oktober 2026, berdasarkan penyesuaian musiman. Angka tersebut menyamai level terendah dalam 57 tahun yang tercatat pada Juli dan lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 196.000.

Analis MUFG memperkirakan perbaikan pasar tenaga kerja masih akan berlanjut dalam laporan non-farm payrolls terbaru.

Mereka juga menilai penurunan imbal hasil obligasi AS yang cukup besar menjelang rilis data membuka peluang terjadinya pembalikan sebagian pergerakan tersebut apabila data tenaga kerja lebih kuat dari perkiraan.

Baca Juga: Harry Kane Bertahan di Bayern hingga 2029, Gajinya Lampaui Mbappe?

Di pasar valuta asing lainnya, euro bergerak stabil di US$ 1,1222 per dolar AS. Meski demikian, euro berada di jalur penguatan sekitar 0,5% sepanjang pekan dan berpotensi mengakhiri tren pelemahan selama dua pekan berturut-turut.

Pound sterling naik 0,1% ke US$ 1,3457 setelah Bank of England menaikkan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×