kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.134   41,00   0,23%
  • IDX 4.962   -68,22   -1,36%
  • KOMPAS100 639   -9,10   -1,41%
  • LQ45 508   -5,45   -1,06%
  • ISSI 163   -2,71   -1,63%
  • IDX30 286   -2,85   -0,99%
  • IDXHIDIV20 386   -2,88   -0,74%
  • IDX80 74   -0,98   -1,31%
  • IDXV30 107   -0,93   -0,86%
  • IDXQ30 97   -0,84   -0,86%

Indeks Kospi Anjlok 8,6% Jumat (6/11), Korea Selatan Aktifkan Circuit Breaker


Jumat, 06 November 2026 / 08:23 WIB
Indeks Kospi Anjlok 8,6% Jumat (6/11), Korea Selatan Aktifkan Circuit Breaker
ILUSTRASI. Bursa Asia - Kospi Korea Selatan (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan mengalami tekanan hebat pada perdagangan Jumat (6/11/2026).

Indeks Kospi anjlok lebih dari 8% pada awal perdagangan hingga memicu penghentian sementara transaksi atau circuit breaker, seiring aksi jual besar-besaran saham teknologi dan semikonduktor.

Mengutip Reuters, Korea Exchange (KRX) mengaktifkan mekanisme circuit breaker selama 20 menit pada pukul 09.03 waktu setempat atau 00.03 GMT. Kebijakan ini menghentikan sementara seluruh perdagangan saham dan derivatif.

Baca Juga: Kekhawatiran Regulasi AI Memukul Bursa Jepang Jumat (6/11), Nikkei Ambles 5,5%

Pada pukul 00.26 GMT, indeks Kospi tercatat merosot sekitar 500 poin atau 8,6% ke level 4.923,47. Penurunan tersebut membawa Kospi ke bawah level 5.000 untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir.

Aksi jual terutama menekan saham-saham teknologi dan semikonduktor. Saham Samsung Electronics anjlok 10%, sedangkan SK Hynix merosot lebih dalam, yakni 13%.

Tekanan juga menjalar ke sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya. Saham LG Energy Solution turun 4%, Hyundai Motor melemah 6,9%, sementara Kia Corp terkoreksi 4%.

Kejatuhan bursa Korea Selatan mengikuti pelemahan tajam Wall Street pada Kamis (5/11/2026). Pasar saham Amerika Serikat (AS) mencatat penurunan harian terdalam dalam lebih dari setahun, dipimpin aksi jual saham teknologi dan semikonduktor yang sebelumnya mencatat kenaikan tinggi.

Ketidakpastian mengenai arah kebijakan industri kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data di AS turut memicu tekanan terhadap saham-saham pemasok perangkat keras dan cip.

Kekhawatiran tersebut meningkat setelah Partai Demokrat meraih kemenangan besar dalam pemilihan paruh waktu AS.

Baca Juga: Bursa Australia Turun di Bawah 9.000, Saham Tambang dan Teknologi Tertekan

Ketua Institute for Global Economics di Seoul, Jun Kwang-woo, menilai pasar memang membutuhkan koreksi. Namun, ia melihat kemungkinan adanya reaksi berlebihan investor terhadap hasil pemilu AS.

Jun berharap pasar segera stabil. Menurut dia, pembangunan infrastruktur AI, terutama pusat data, memang berpotensi melambat akibat berbagai kekhawatiran di sejumlah negara bagian AS, termasuk Texas.

Jun sebelumnya menjabat sebagai Ketua National Pension Service Korea Selatan.


Video Terkait



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×