kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.025   12,00   0,07%
  • IDX 7.067   -117,05   -1,63%
  • KOMPAS100 977   -15,99   -1,61%
  • LQ45 718   -9,08   -1,25%
  • ISSI 253   -4,12   -1,60%
  • IDX30 389   -4,19   -1,07%
  • IDXHIDIV20 483   -4,12   -0,84%
  • IDX80 110   -1,64   -1,46%
  • IDXV30 134   -0,83   -0,62%
  • IDXQ30 127   -1,24   -0,97%

Donald Trump: Baik Israel maupun Palestina tidak ada yang ingin damai


Senin, 12 Februari 2018 / 15:48 WIB
ILUSTRASI.


Sumber: CNN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak memberikan batas waktu untuk merilis rencana AS terkait perdamaian antara Israel dan Palestina. Trump mengatakan kepada surat kabar Israel, dirinya tidak yakin kedua belah pihak berkomitmen terhadap proses perdamaian tersebut.

"Kami akan melihat apa yang terjadi," kata Trump kepada Israel Hayom dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Minggu (11/2).

Dia menambahkan, "Saat ini, saya akan mengatakan bahwa warga Palestina tidak ingin berdamai, mereka tidak ingin berdamai, dan saya juga belum yakin bahwa Israel ingin berdamai. Jadi kita lihat saja apa yang terjadi."

Dalam pertikaian Palestina-Israel, Amerika Serikat berperan sebagai perantara. Namun belakangan, peran AS telah mendapat kecaman menyusul keputusan pemerintahan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu.

Pejabat tinggi Palestina mengutuk kebijakan tersebut, dengan mengatakan pihaknya langsung mendiskualifikasi AS untuk perannya sebagai mediator. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga  mengutuk keputusan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga ditanyai tentang pernyataannya pada World Economic Forum di Davos bahwa "Jerusalem tidak dibahas" dalam hal negosiasi.

"Saya ingin menjelaskan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Sedangkan untuk batas-batas tertentu, saya akan mendukung apa yang disepakati kedua belah pihak. Saya pikir kedua belah pihak harus membuat kompromi keras untuk mencapai kesepakatan damai," jawab Trump.

Sementara, saat ditanyakan soal permukiman, Trump menyebut masalah tersebut merupakan sesuatu yang sangat sulit dan rumit dalam menciptakan perdamaian. Pernyataan tersebut tampaknya mencerminkan sikap yang lebih keras dibanding pernyataan pemerintah AS dalam beberapa bulan terakhir, dan sangat mirip dengan posisi pemerintahan sebelumnya, yang cenderung menggambarkan permukiman sebagai "rintangan bagi perdamaian."

Koran "Israel Hayom" dimiliki oleh Sheldon Adelson, dan secara luas dipandang sangat mendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×