kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Dubai Jadi Rumah Baru Bagi Pedagang Komoditas Rusia, Gantikan Swiss


Rabu, 22 Juni 2022 / 07:59 WIB
Dubai Jadi Rumah Baru Bagi Pedagang Komoditas Rusia, Gantikan Swiss
ILUSTRASI. Pedagang komoditas Rusia ramai-ramai bergegas untuk mendirikan bisnis di Dubai.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pedagang komoditas Rusia ramai-ramai bergegas untuk mendirikan bisnis di Dubai karena Swiss membuat mereka semakin sulit untuk berurusan dengan Moskow.

Selama beberapa dekade, Swiss telah menjadi rumah bagi perantara yang membantu mencocokkan produsen Rusia dengan pembeli di seluruh dunia. Sekarang, peningkatan sanksi mendorong migrasi ke emirat di Teluk Persia.

Mengutip Bloomberg, Selasa (22/6), tiga produsen minyak terbesar Rusia sedang dalam proses mengevaluasi Dubai untuk operasi perdagangan dan beberapa perusahaan lain telah pindah ke sana. Untuk Swiss, beberapa jenis eksodus tampaknya tak terelakkan setelah negara itu mengikuti larangan Uni Eropa yang menargetkan ekspor dari Rusia.

Baca Juga: Permintaan Eropa Naik, Aramco Akan Pangkas Pasokan Minyak 4 Penyulingan Utama China

“Perdagangan akan terus berlanjut. Yurisdiksi Timur Tengah dan Timur akan semakin penting dibandingkan dengan situasi bisnis komoditas yang agak sentris euro hingga saat ini,” kata Wouter Jacobs, direktur Erasmus Commodity & Trade Center di Erasmus University di Rotterdam. 

Sanksi yang semakin ketat telah mempersulit perdagangan bagi perusahaan milik negara Rusia, termasuk yang mengangkut komoditas negara itu. Bank telah menarik jalur kredit yang penting untuk kesepakatan pembiayaan. Sementara perusahaan pelayaran dan perusahaan asuransi juga menghentikan layanan mereka.

Eksekutif dari produsen minyak negara Rusia Rosneft PJSC bulan lalu telah terbang ke Dubai untuk mengeksplorasi ide usaha perdagangan. Sementara itu, Gazprom Neft PJSC, produsen minyak terbesar ketiga Rusia, juga ingin memperluas kehadirannya di kota itu.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Lebih Dari 1,5% pada Rabu (22/6) Pagi

Litasco SA, cabang penjualan dan perdagangan raksasa energi Rusia Lukoil PJSC, sedang mencari jalan untuk merelokasi beberapa staf perdagangan dan operasi Rusia ke Dubai dari Jenewa. Ini adalah langkah antisipasi untuk menjadikan Dubai sebagai pusat pusat baru perusahaan dan memperluas sejumlah pedagang kecil di sana.

Sejak terjadinya invasi Rusia ke Ukraina, memang Uni Emirat Arab (UEA) telah memperoleh keuntungan. Negara ini menarik orang kaya Rusia dan uang mereka sejak invasi ke Ukraina. Sekarang, bisnis yang dikelola negara dan perusahaan komoditas swasta mengikuti.

UEA pun telah mengembangkan infrastruktur keuangan untuk momen seperti ini. Bank emirat dalam beberapa tahun terakhir telah berkembang menjadi andalan dalam pembiayaan perdagangan komoditas, dan fitur reguler dalam fasilitas kredit bergulir sindikasi yang dikeluarkan oleh rumah industri terbesar.

Baca Juga: Meski Resesi, Harga Komoditas Energi Sulit Turun Lebih Dalam

Banyaknya zona perdagangan bebas Dubai, kedekatannya dengan produsen energi Timur Tengah, serta pajak yang rendah telah terbukti menarik juga. Kota ini pun masih memiliki tempat untuk mengimbangi pusat-pusat global seperti Singapura, London, Jenewa, dan Stamford. 

Tahun lalu, Pusat Multi Komoditas Dubai menyelenggarakan acara dengan Kamar Dagang Moskow yang bertujuan menarik bisnis Rusia untuk mendirikan perusahaan di sana.

“Dubai telah muncul sebagai pusat komoditas global yang nyata. Ada infrastruktur, transportasi, dan layanan yang tepat untuk mendukung perusahaan-perusahaan ini,” kata Najla Al Qassimi, direktur urusan global di lembaga pemikir B'huth yang berbasis di Dubai, yang sebelumnya berbasis di Jenewa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×