CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Duh, India Deteksi 3 Keturunan Subvarian Omicron BA.2 yang Lebih Menular


Senin, 04 Juli 2022 / 15:29 WIB
Duh, India Deteksi 3 Keturunan Subvarian Omicron BA.2 yang Lebih Menular
ILUSTRASI. Seorang pria menyemprotkan disinfektan pada peziarah menjelang Festival Makar Sankranti, di tengah penyebaran Covid-19 di Benggala Barat, India, Kamis (13/1/2022). India mendeteksi tiga keturunan subvarian Omicron BA.2. REUTERS/Rupak De Chowdhuri.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - PUNE. Tiga keturunan baru dan sangat menular dari subvarian Omicron BA.2 terdeteksi di India.

BA.2.74, BA.2.75, dan BA.2.76 lebih bugar dan lebih menular dibanding BA.5, seorang ilmuwan senior dari Konsorsium Genomics SARS-CoV-2 India (INSACOG) mengatakan kepada Times of India pada Minggu (3/7).

Ketiga turunan subvarian Omicron BA.2 itu, ilmuwan INSACOG menyebutkan, mungkin di balik lonjakan kasus yang sedang berlangsung di India bersama dengan BA.2.38, yang diidentifikasi pada pertengahan Juni lalu.

Selama 10 hari terakhir, sebanyak 298 kasus BA.2.76 teridentifikasi di India, diikuti oleh 216 kasus BA.2.74 dan 46 kasus BA.2.75, sesuai dengan database sumber terbuka Global Initiative on Sharing All Influenza Data.

Dan dari ketiganya, para ilmuwan menandai BA.2.75 untuk mendapat perhatian khusus, karena mutasi tertentu yang memungkinkannya menghindari antibodi dan menempel lebih baik pada sel manusia. 

Baca Juga: Kasus Mingguan Covid-19 Global Melonjak, Tren Penurunan sejak Maret Terhenti

BA.2.75 juga menyebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang.

"Kami melihat bagaimana BA.2, yang terutama memicu gelombang ketiga pada Januari lalu, masih menyebabkan lonjakan kasus dan infeksi ulang pada Juni," kata ilmuwan INSACOG.

"Itu mengarah pada temuan BA.2.75, yang memiliki lebih dari 80 mutasi, sedangkan BA.2 memiliki sekitar 60," ujarnya. "Kami juga menemukan BA.2.74 dan BA.2.76".

"Keturunan baru BA.2 ini baru saja menggantikan antigen imunodominan BA.2 untuk menjadi lebih bugar dan menular. Ini menjelaskan alasan di balik lonjakan dan kasus reinfeksi BA.2 di India," ungkap ilmuwan INSACOG.

"Jadi, para ilmuwan internasional sekarang juga percaya bahwa BA.2.75, BA.2.74, dan BA.2.76 kemungkinan menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di India terus berlanjut," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×