Kasus Mingguan Covid-19 Global Melonjak, Tren Penurunan sejak Maret Terhenti

Senin, 04 Juli 2022 | 13:51 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Kasus Mingguan Covid-19 Global Melonjak, Tren Penurunan sejak Maret Terhenti

ILUSTRASI. Warga yang memakai masker berjalan di dekat gambar potret di tengah Covid-19 di Milan, Italia, Minggu (28/11/2021). REUTERS/Flavio Lo Scalzo.


KONTAN.CO.ID - Alarm kembali berbunyi, menyusul kasus mingguan Covid-19 secara global melonjak, setelah tren menurun sejak puncak kasus pada Maret 2022. 

Selama 20 hingga 26 Juni 2022 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 4,18 juta kasus baru, meningkat 18% dibanding minggu sebelumnya. 

Di tingkat regional, jumlah kasus mingguan baru meningkat di Wilayah Mediterania Timur mencapai 47%, Eropa 33%, Asia Tenggara 32%, dan Amerika 14%. 

Sementara angka kematian mingguan akibat Covid-19 secara global sebanyak 8.552, naik 3% dibanding pekan sebelumnya. Angka kematian meningkat di Mediterania Timur 22%, Asia Tenggara 15%, dan Amerika 11%.

"Per 26 Juni 2022, lebih dari 541 juta kasus yang terkonfirmasi dan lebih dari 6,3 juta kematian dilaporkan secara global," kata WHO dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan Covid-19 yang dikutip Kontan.co.id, Senin (4/7).

Baca Juga: Gelombang Baru Covid-19 Hantam China, Pusat Kasus Bergeser ke Timur

Berikut 5 negara dengan kasus mingguan Covid-19 tertinggi selama periode 20-26 Juni 2022:

  1. Amerika Serikat dengan 701.855 kasus baru, naik 5%
  2. Jerman dengan 504.655 kasus baru, naik 23%
  3. Brasil dengan 349.791 kasus baru, naik 37%
  4. Italia dengan 340.012 kasus baru, naik 61%
  5. China dengan 333.926 kasus baru, turun 18%

Sementara 5 negara dengan angka kematian mingguan akibat Covid-19 tertinggi selama periode 20-26 Juni 2022:

  1. Amerika Serikat dengan 1.997 kematian baru, turun 2%
  2. Brasil dengan 1.313 kematian baru, naik 37%
  3. China dengan 925 kematian baru, turun 11%
  4. Rusia dengan 429 kematian baru, turun 3%
  5. Italia dengan 355 kematian baru, naik 5%

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru