kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Duh, muncul penyakit baru pada anak-anak di Inggris terkait virus corona


Selasa, 28 April 2020 / 17:40 WIB
ILUSTRASI. Paddy (6) menggambari trotoar dengan kapur di Balham, saat pandemi virus corona (COVID-19) masih berlanjut, di London, Inggris, Jumat (17/4/2020).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - LONDON. Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, Selasa (28/4), mengatakan, dia "sangat khawatir" melihat tanda-tanda sindrom yang berhubungan dengan virus corona baru yang muncul pada anak-anak.

Layanan Kesehatan Nasional (NHS) yang Pemerintah Inggris kelola mengeluarkan peringatan pada akhir pekan lalu tentang sejumlah kecil anak-anak yang menunjukkan serangkaian gejala yang tidak biasa, termasuk sakit perut dan peradangan di sekitar jantung.

Anak-anak itu telah menjalani perawatan intensif di rumahsakit, menurut sebuah laporan di Health Service Journal.

Baca Juga: Melonjak, Rusia catat rekor harian tertinggi kasus dan kematian akibat corona

"Saya sangat khawatir tentang tanda-tanda awal bahwa dalam kasus yang jarang terjadi, ada dampak dari tanggapan autoimun pada anak-anak yang menyebabkan penyakit yang signifikan," kata Hancock kepada Radio LBC seperti dikutip Channelnewsasia.com.

"Ini adalah penyakit baru yang kami pikir mungkin disebabkan oleh virus COVID-19," ujar dia. Tetapi, Hancock menambahkan, beberapa anak yang memiliki penyakit baru ini dinyatakan positif terkena virus corona, yang lain tidak.

"Kami sedang melakukan banyak penelitian sekarang. Yang saya juga tekankan adalah, (penyakit) itu jarang terjadi. Walaupun sangat signifikan bagi anak-anak yang mendapatkannya, jumlah kasusnya kecil," katanya.

Baca Juga: Gara-gara longgarkan penguncian, tingkat infeksi corona di Jerman naik lagi

Surat kabar The Guardian melaporkan, setidaknya ada 12 kasus tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×