kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,36   -7,11   -0.75%
  • EMAS923.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.83%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Dukung harga minyak, persedian minyak mentah AS turun 754.000 di pekan lalu


Kamis, 26 November 2020 / 06:47 WIB
Dukung harga minyak, persedian minyak mentah AS turun 754.000 di pekan lalu
ILUSTRASI. Persediaan minyak mentah AS turun lagi

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Adanya pengetatan untuk penghadang penyebaran virus corona ternyata tak berdampak banyak pada minyak mentah Amerika Serikat (AS). Buktinya, persediaan minyak mentah AS malah turun di pekan lalu. 

Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA) persediaan minyak mentah turun 754.000 barel dalam sepekan yang berakhir 20 November menjadi 488,7 juta barel. Jumlah ini berbanding terbalik dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 127.000 barel.

Namun di sisi lain, stok bensin naik 2,2 juta barel dalam sepekan menjadi 230,2 juta barel, kata EIA. Jumlah ini, lebih dari perkiraan untuk kenaikan 614.000 barel.

Baca Juga: Harga emas ditutup stabil usai lonjakan klaim pengangguran AS di pekan lalu

"Ini adalah laporan yang mendukung harga, tetapi tidak terlalu bullish. Jika ada kekecewaan sama sekali, itu adalah angka bensin," kata Phil Flynn, Senior Analyst di Price Futures Group di Chicago. "Seharusnya tidak mengejutkan karena lebih banyak orang tinggal di rumah."

Produk bensin yang dipasok oleh penyulingan juga turun 9% selama empat minggu terakhir, dan turun 13% sepanjang tahun. Permintaan diantisipasi turun dalam beberapa minggu mendatang karena meningkatnya infeksi virus corona di Negeri Paman Sam tersebut.

Stok distilat, yang mencakup solar dan minyak pemanas, turun 1,4 juta barel dalam sepekan menjadi 142,6 juta barel, mendekati ekspektasi penurunan 1,6 juta barel, data menunjukkan.

Tingkat pemanfaatan penyulingan naik 1,3 poin persentase menjadi 78,7% dari total kapasitas.

 

Selanjutnya: Harga minyak acuan ditutup naik hampir 2% ke rekor tertinggi dalam 8 bulan

 




TERBARU

[X]
×