kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Ekonomi AS Melambat, Konflik Iran Diprediksi Tekan Pertumbuhan 2026


Kamis, 28 Mei 2026 / 20:47 WIB
Ekonomi AS Melambat, Konflik Iran Diprediksi Tekan Pertumbuhan 2026
ILUSTRASI. PDB AS Q1 2026 hanya 1,6%, lebih rendah dari ekspektasi. Konflik Iran memperparah inflasi. (KONTAN/Barly Haliem)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal pertama 2026 tercatat lebih lemah dibandingkan perkiraan awal. Perlambatan ekonomi diperkirakan berlanjut pada kuartal berikutnya di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat konflik dengan Iran yang membebani keuangan rumah tangga.

Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan pada Kamis (28/5/2026) melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh dengan laju tahunan sebesar 1,6% pada kuartal pertama 2026.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,0%. Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan angka pertumbuhan tidak akan direvisi dan tetap berada di level 2,0%.

Sebagai perbandingan, ekonomi AS tumbuh sebesar 0,5% pada kuartal keempat 2025.

Baca Juga: AS Tempatkan Rudal Typhon di Jepang, Rusia Bereaksi Keras

Revisi turun pada estimasi PDB kuartal pertama terutama dipengaruhi penyesuaian lebih rendah pada investasi persediaan dan belanja konsumen.

Saat ini, aktivitas ekonomi AS secara umum masih banyak ditopang oleh belanja terkait pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pertumbuhan belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, direvisi turun menjadi 1,4% dari estimasi sebelumnya sebesar 1,6%.

Meski demikian, pengembalian pajak dalam jumlah besar memberikan bantalan sementara bagi rumah tangga di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM).

Di sisi lain, belanja bisnis untuk peralatan tetap tumbuh kuat sebesar 17,2% dan tidak mengalami revisi dari laporan sebelumnya.

Sementara itu, penjualan akhir kepada pembeli domestik swasta, yang tidak memasukkan komponen pemerintah, perdagangan, dan persediaan, tercatat tumbuh 2,4%. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 2,5%.

Laba dari produksi saat ini naik sebesar US$ 40,4 miliar pada kuartal pertama. Namun, kenaikan tersebut melambat tajam dibandingkan pertumbuhan sebesar US$ 246,9 miliar pada kuartal keempat 2025.

Baca Juga: CEO Ferrari Bela Mobil Listrik Luce di Tengah Kritikan, Dibanderol Rp 11 Miliar

Jika diukur dari sisi pendapatan, ekonomi AS tumbuh 0,9% pada periode Januari-Maret 2026, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 1,6% pada kuartal sebelumnya.

Rata-rata antara PDB dan gross domestic income (GDI), yang juga dikenal sebagai gross domestic output dan dianggap sebagai ukuran aktivitas ekonomi yang lebih akurat, tumbuh sebesar 1,3%.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,1% pada kuartal Oktober-Desember 2025.

Para ekonom memperkirakan konflik di Timur Tengah akan semakin menekan pertumbuhan ekonomi AS mulai kuartal kedua 2026. Kenaikan harga energi akibat perang dengan Iran diperkirakan memperburuk inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×