kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.820   -56,00   -0,31%
  • IDX 6.350   73,24   1,17%
  • KOMPAS100 830   8,89   1,08%
  • LQ45 632   6,61   1,06%
  • ISSI 219   3,09   1,43%
  • IDX30 350   3,32   0,96%
  • IDXHIDIV20 434   1,66   0,38%
  • IDX80 95   1,01   1,07%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,57   0,51%

Ekonomi Australia Kehilangan Momentum, Data PMI Awal September Turun ke 50,8


Rabu, 23 September 2026 / 14:16 WIB
Ekonomi Australia Kehilangan Momentum, Data PMI Awal September Turun ke 50,8
ILUSTRASI. PMI Komposit Australia tercatat ada di level 50,8 pada September (REUTERS/Arsip)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - CANBERRA. Ekonomi Australia kehilangan momentum pertumbuhan pada September 2026. Data purchasing manager’s index (PMI) awal dari S&P Global menunjukkan aktivitas sektor swasta masih tumbuh untuk bulan keempat berturut-turut, tetapi laju pertumbuhannya melambat ke level terendah dalam tiga bulan.

Menurut rilis S&P Global, Rabu (23/9/2026), PMI Komposit Australia tercatat ada di level 50,8 pada September, turun dari 52,7 pada Agustus. Angka di atas 50 masih menunjukkan aktivitas sektor swasta masih ekspansi. Akan tetapi, level September merupakan terlemah sepanjang kuartal III-2026.

“Ekonomi Australia mengakhiri kuartal ketiga dengan pijakan yang lebih lemah, setelah menunjukkan hilangnya momentum pertumbuhan yang berkelanjutan pada September,” kata Eleanor Dennison, Ekonom S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Rabu (23/9/2026).

Perlambatan tersebut terjadi karena permintaan yang lebih lemah. Volume bisnis baru secara keseluruhan masih meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut. Tetapi laju pertumbuhannya menjadi yang paling lambat dalam periode tersebut. Penurunan kembali pesanan baru di sektor manufaktur turut menekan pertumbuhan bisnis baru secara keseluruhan.

Baca Juga: Inflasi Inti Singapura Naik Jadi 2,2% pada Agustus 2026

Kinerja ekspor juga menjadi sumber tekanan. Pesanan ekspor baru kembali menurun dan telah mengalami kontraksi sebanyak lima kali dalam enam bulan terakhir. Pelemahan tersebut terutama berkaitan dengan sektor manufaktur.

Di tingkat sektoral, jasa masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Australia. Namun, pertumbuhan aktivitas jasa melambat untuk bulan kedua berturut-turut. Sementara itu, output manufaktur kembali mengalami penurunan, dengan kontraksi kali ini menjadi yang terkuat dalam 21 bulan.

Pelemahan aktivitas ekonomi tersebut mulai berdampak pada pasar tenaga kerja. Untuk pertama kalinya dalam empat bulan, jumlah pekerja di sektor swasta Australia mengalami penurunan. Meskipun penurunannya masih moderat, pengurangan tenaga kerja tersebut merupakan yang terkuat sejak Oktober 2020.

Penurunan jumlah pekerja terjadi secara luas di berbagai sektor. Pada saat yang sama, volume pekerjaan yang belum terselesaikan masih meningkat, meski hanya dalam laju yang tipis.

Menurut Dennison, meskipun pertumbuhan yang terjadi hanya tipis, ekonomi Australia masih mampu mempertahankan tren ekspansi sepanjang kuartal tersebut. Kondisi ini dinilai lebih baik dibandingkan kinerja yang lemah pada kuartal II.

Baca Juga: Taiwan Jalin Hubungan Erat dengan AS Terkait Penjualan Senjata

Namun, kepercayaan bisnis juga memburuk pada September. Tingkat kepercayaan turun ke level terendah dalam tiga bulan dan semakin berada di bawah rata-rata historis survei. Pelaku usaha banyak menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi, tekanan biaya, permintaan pasar, serta kemampuan mempertahankan pelanggan.

Tekanan biaya juga meningkat. Inflasi harga input dan harga output sama-sama lebih tinggi dibandingkan Agustus. Konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap biaya energi serta bahan bakar kerap disebut responden survei sebagai faktor utama yang mendorong kenaikan harga input.

Dennison mengatakan pelemahan pertumbuhan pada September terjadi bersamaan dengan sejumlah tekanan terhadap dunia usaha.

“Meski masih optimistis, dunia usaha kehilangan sebagian kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan mereka pada September. Ini bertepatan dengan pengurangan jumlah pekerja, tekanan biaya yang lebih kuat, tanda-tanda melemahnya permintaan dan kembali lemahnya ekspor,” ujar Dennison.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×