kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Ekonomi Jepang terjatuh ke jurang resesi!


Senin, 17 November 2014 / 08:09 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. RelifeAsia akan melakukan penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Perekonomian Jepang secara tidak terduga mengalami kontraksi untuk dua kuartal berturut-turut pada kuartal III.

Data yang dirilis oleh Kementrian Jepang menunjukkan, Produk Domestik Bruto (PDB) turun 1,6% pada tiga bulan yang berakhir September. Sebagai perbandingan, nilai tengah analis yang disurvei Bloomberg memprediksi adanya kenaikan sebesar 2,2%.

Saat ini, pemerintahan Perdana Menteri Sinzo Abe diprediksi akan menunda kenaikan pajak penjualan menjadi 10% dari sebelumnya 8%. Apalagi, saat ini pemerintahan Abe tengah berjuang keras untuk mendapatkan dukungan publik setelah kebijakannya menaikkan pajak penjualan April lalu menyebabkan kontraksi terhebat dalam lima tahun terakhir.

"Ekonomi Jepang masuk ke jurang resesi. Kondisi ini dipicu oleh kenaikan pajak. Penundaan kenaikan pajak penjualan saat ini sudah hampir pasti," jelas Jesper Koll, head of Japan strategy JPMorgan Chase & Co.




TERBARU

[X]
×