Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Data dari TankerTrackers.com dan Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah Iran sejak 28 Februari hingga 11 Maret berada di kisaran 1,1 juta hingga 1,5 juta barel per hari (bph).
Sebagai perbandingan, rata-rata ekspor minyak Iran sepanjang tahun lalu mencapai sekitar 1,69 juta barel per hari, menurut data Kpler.
Volume ekspor tersebut bahkan berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan. Citra satelit yang dianalisis TankerTrackers.com menunjukkan beberapa kapal tanker minyak berukuran sangat besar (very large crude carriers atau VLCC) masih memuat minyak di terminal ekspor utama Iran di Pulau Kharg.
Menjelang serangan militer pada 28 Februari, Iran juga sempat meningkatkan ekspor minyak hingga sekitar 2,17 juta barel per hari pada Februari, mengantisipasi kemungkinan konflik dengan AS dan Israel.
Bahkan, data Kpler menunjukkan ekspor minyak Iran sempat mencapai rekor sekitar 3,79 juta barel per hari pada pekan yang berakhir 16 Februari.
Tonton: HEBOH! Netanyahu Dikabarkan Tewas dalam Serangan Terbaru Iran, Benarkah?
Sejak 28 Februari, setidaknya enam kapal tanker minyak mentah telah meninggalkan Iran, termasuk kapal tanker Cuma yang berada di bawah sanksi AS. Selain itu, dua kapal pengangkut gas petroleum cair (LPG) yang juga terkena sanksi dilaporkan berlayar keluar dari Iran setelah memuat kargo.
Analisis terpisah menunjukkan sedikitnya 11 juta barel minyak mentah telah dikirim dari Iran. Empat kapal tanker raksasa yang membawa sekitar 8 juta barel di antaranya telah tiba di perairan sekitar Singapura.
Sebagian besar kapal tersebut mengikuti pola pelayaran yang sama, yakni berlayar di dalam zona ekonomi eksklusif Iran yang membentang hingga sekitar 24 mil laut dari pantai.
Strategi ini diyakini memberikan perlindungan tambahan bagi kapal-kapal tersebut karena tetap berada di dalam wilayah perairan Iran.













