kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.728   9,00   0,05%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Ekspor terkulai, Jepang defisit di bulan Juli


Kamis, 23 Agustus 2012 / 08:03 WIB
ILUSTRASI. Sampah Kertas yang dimanfaatkan menjadi hiasan. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Asnil Bambani Amri, NHK | Editor: Asnil Amri

TOKYO. Jepang mencatat defisit perdagangan di bulan Juli, ini merupakan defisit perdagangan pertama dalam dua bulan terakhir perdagangan Jepang. Defisit perdagangan terjadi karena kinerja ekspor Jepang terimbas kondisi ekonomi Eropa yang tak menentu.

Kondisi perdagangan Jepang ini disampaikan salah satu pejabat Departemen Keuangan Jepang hari Rabu kemarin (23/8). Nilai defisit perdagangan Jepang tersebut mendekati angka US$ 6,5 miliar.

Ekspor Jepang terjungkal 8,1% menjadi US$ 67 miliar, kondisi ini memperparah penurunan kinerja ekspor Jepang dalam dua bulan terakhir.

Ekspor Jepang ke Uni Eropa anjlok seiring dengan turunnya permintaan produk Jepang. Tak hanya itu, ekspor Jepang juga turun ke China akibat perlambatan ekonomi di di negara Tirai Bambu tersebut.

Di sisi lain, impor Jepang naik untuk pertama kalinya dalam 2 bulan terakhir atau naik 2,1% menjadi US$ 74 miliar. Kenaikan impor disebabkan oleh kenaikan permintaan gas alam cair untuk pembangkit listrik.

Para pejabat kementerian Jepang mengatakan, mereka akan memantau dampak dari masalah utang Eropa terhadap perekonomian China, yang dianggap sebagai kunci kesuksesan Jepang mengembalikan surplus perdagangannya.




TERBARU

[X]
×