kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Ekspor Thailand di semester I 2012 merosot tajam


Kamis, 09 Agustus 2012 / 21:46 WIB
ILUSTRASI. Anda perlu mewaspadai beberapa jenis makanan karena bisa jadi penyebab diabetes.


Sumber: National News Berau of Thailand |

Bangkok- Krisis utang di Eropa memberikan momok yang menakutkan ke Asia, salah satunya ke negeri Gajah Putih, Thailand. Kamar Dagang Thailand (TCC) melaporkan penurunan yang signifikan dalam ekspor Thailand pada paruh pertama tahun ini. Sekretaris Jenderal TCC dan Dewan Perdagangan Thailand Vichai Assarasakorn mengatakan dampak kelanjutan dari krisis di Eropa akan merugikan perekonomian Thailand. Vichai melihat sinyal tersebut berdasarkan survey terbaru pada 8 kelompok usah anggota TCC, hasilnya menunjukkan bahwa dampak dari krisis zona euro akan berlangsung selama tidak ada solusi yang jelas. Apalagi persaingan semakin meningkat karena produsen di seluruh dunia telah berlomba-lomba mencari pasar baru untuk mengimbangi penurunan di pasar Eropa. Vichai menyatakan bahwa pengusaha Thailand yang terpukul berasal dari sektor tekstil dan garmen, perhiasan dan aksesoris, peralatan listrik dan elektronik, makanan, karet, pariwisata, suku cadang mobil dan beras. Selama 5-6 bulan pertama tahun ini, sektor ini mengalami penurunan hingga 45 % pada jumlah ekspor, yang mengakibatkan penurunan 38 % secara keseluruhan dari nilai ekspor. Sementara itu, Direktur Pusat Prediksi Ekonomi dan Bisnis di Universitas Kamar Dagang Thailand, Thanavath Pholvichai, mengatakan bahwa ekspor Thailand mungkin kehilangan antara 300 dan 500 miliar baht selama 6 bulan pertama tahun ini. Ia telah mendesak pemerintah untuk cepat meningkatkan ekonomi lokal dalam kuartal ke-3 dan mengendalikan biaya energi dan tenaga kerja meningkat. Thanavaht juga yakin ekonomi Thailand akan berakhir tumbuh 5% tahun ini.




KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×