kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Euro Melemah Jelang Rapat Bank Sentral, Real Brasil Anjlok 8,5%


Selasa, 27 Oktober 2026 / 05:22 WIB
Euro Melemah Jelang Rapat Bank Sentral, Real Brasil Anjlok 8,5%
ILUSTRASI. VALAS USD EURO (Khademian Farzaneh/ABACA via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar euro melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (26/10/2026), di tengah penantian investor terhadap keputusan sejumlah bank sentral utama dunia pekan ini.

Harga minyak mentah yang masih bertahan di level tinggi turut menekan mata uang kawasan Eropa.

Melansir Reuters, Euro turun 0,21% ke US$ 1,1179 terhadap dolar AS. Namun, mata uang tunggal Eropa tersebut menguat 0,31% terhadap yen Jepang ke level 176,04 yen.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun, Serangan ke Arab Saudi Batasi Pelemahan

Pelemahan euro terjadi setelah pekan lalu pasar obligasi pemerintah Prancis mengalami aksi jual.

Kondisi tersebut mendorong premi risiko utang Prancis ke level tertinggi sejak krisis utang negara berdaulat pada 2011, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas keuangan kawasan Eropa.

Meski demikian, harga obligasi pemerintah Prancis atau Obligations Assimilables du Trésor (OAT) naik pada Senin.

Pergerakan ini terjadi setelah lembaga pemeringkat Moody's tidak menurunkan peringkat kredit Prancis pada pekan lalu, sehingga sedikit meredakan tekanan terhadap pemerintah yang tengah berupaya memperbaiki kondisi fiskalnya.

Kepala Strategi Valuta Asing Global Societe Generale Kit Juckes mengatakan, fundamental euro belum banyak berubah meskipun selisih imbal hasil obligasi mulai menyempit.

"Euro masih rentan saat ini karena prospek pertumbuhan ekonominya tidak baik dan harga energi masih tinggi," ujar Juckes.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Rebound ke US$ 4.020, Investor Menanti Keputusan The Fed

Harga minyak menjadi salah satu faktor yang membayangi pergerakan euro. Sebagai kawasan yang bergantung pada impor energi, zona euro rentan terhadap kenaikan harga minyak karena dapat meningkatkan biaya impor dan menambah tekanan inflasi.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,78% dan ditutup pada US$ 115,81 per barel. Meski terkoreksi, harga tersebut masih bertahan di dekat level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Di sisi lain, dolar AS memperoleh dukungan dari indikator ekonomi Amerika Serikat yang relatif tangguh, meskipun tekanan inflasi masih membayangi. Namun, mata uang Negeri Paman Sam tersebut sempat tertekan oleh aksi jual di pasar saham berbasis teknologi pada pekan lalu.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,31% ke level 102.

Juckes menilai dolar AS menghadapi sejumlah hambatan, tetapi data ekonomi Amerika Serikat yang relatif kuat masih menjadi penopang bagi mata uang tersebut.

Baca Juga: Cadangan Minyak AS Terendah Sejak 1982, Stok Tersisa 282,6 Juta Barel

Perhatian investor kini tertuju pada keputusan lima bank sentral utama yang dijadwalkan diumumkan sepanjang pekan ini. Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank Sentral Jepang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan meskipun tekanan inflasi masih berlangsung.

Sementara itu, bank sentral Selandia Baru dan Kanada diperkirakan menaikkan suku bunga. Menjelang keputusan tersebut, yen Jepang melemah 0,43% terhadap dolar AS ke level 157,46 yen per dolar AS.

Real Brasil Anjlok Usai Kemenangan Lula

Di pasar negara berkembang, real Brasil mengalami tekanan tajam setelah Presiden Luiz Inacio Lula da Silva memenangi masa jabatan keempatnya dalam pemilihan presiden pada Minggu (25/10/2026).

Lula mengalahkan, Senator Flavio Bolsonaro, putra sulung mantan Presiden Jair Bolsonaro. Flavio sebelumnya unggul pada putaran pertama pemilihan, tetapi kalah dalam putaran kedua dengan selisih lebih dari 4 juta suara.

Baca Juga: Parlemen Mesir Setujui Dukungan Militer untuk Arab Saudi di Tengah Konflik Yaman

Hasil tersebut mengejutkan pasar keuangan Brasil yang sebelumnya bertaruh pada kemenangan Flavio Bolsonaro. Ia menolak mengakui kekalahan dan berjanji mengajukan permohonan pembatalan hasil pemilu.

Nilai tukar real Brasil anjlok 8,5% ke level 5,4 real per dolar AS.

Analis Goldman Sachs yang dipimpin Teresa Alves menilai, ketidakpastian akibat potensi sengketa hasil pemilu dapat memperburuk sentimen pasar.

Namun, tekanan terhadap real juga mencerminkan kekhawatiran yang lebih mendasar mengenai kondisi fiskal Brasil.

Menurut Goldman Sachs, pasar perlu memperhitungkan premi risiko fiskal yang lebih besar pada real dan aset-aset domestik Brasil lainnya, terutama setelah pelonggaran fiskal dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam skenario fiskal yang lebih buruk, Goldman Sachs sebelumnya memperkirakan level 5,40 real per dolar AS mencerminkan premi risiko fiskal seperti pada September 2024.

Baca Juga: HSBC Pangkas Rekomendasi Saham Global Jadi Netral, Obligasi Pemerintah Jadi Pilihan

Sementara itu, level 5,80 real per dolar AS mencerminkan premi risiko yang lebih tinggi, menyerupai kondisi pada Desember 2024.

Pergerakan real Brasil selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan politik pascapemilu serta penilaian investor terhadap arah kebijakan fiskal pemerintahan Lula.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×