kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.001   18,00   0,10%
  • IDX 6.188   -8,16   -0,13%
  • KOMPAS100 808   -3,56   -0,44%
  • LQ45 612   -2,40   -0,39%
  • ISSI 214   0,18   0,09%
  • IDX30 344   -1,60   -0,46%
  • IDXHIDIV20 426   -2,54   -0,59%
  • IDX80 92   -0,34   -0,37%
  • IDXV30 116   -0,58   -0,50%
  • IDXQ30 110   -0,68   -0,61%

FDA Menyatakan Vaksin Covid-19 Moderna Efektif dan Aman untuk Anak-anak


Sabtu, 11 Juni 2022 / 07:00 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Peninjau staf Administasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengatakan vaksin Covid-19 Moderna Inc tampaknya aman dan efektif untuk digunakan pada anak usia 6 bulan hingga 17 tahun. Pekan depan, komite ilmuwan akan bertemu untuk memilih apakah akan merekomendasikan regulator untuk mengizinkan vaksin tersebut pada anak-anak.

Mengutip Reuters, Sabtu (11/6), dalam dokumen pengarahan yang diterbitkan Jumat (10/6) malam, peninjau FDA mengatakan bahwa vaksin tersebut telah menghasilkan respons imun yang serupa pada anak-anak daripada yang diamati pada orang dewasa dalam uji coba sebelumnya.

“Data yang tersedia mendukung efektivitas Vaksin Moderna Covid-19 dalam mencegah gejala Covid-19 pada kelompok usia anak dari usia 6 bulan hingga 17 tahun,” kata staf FDA.

Baca Juga: Kabar Gembira dari WHO, Kasus Covid-19 di Hampir Seluruh Dunia Alami Penurunan

Staf FDA juga mengatakan bahwa vaksin umumnya memiliki profil efek samping yang serupa pada anak-anak seperti yang terlihat pada orang dewasa, meskipun anak-anak yang lebih muda lebih sering mengalami demam.

Beberapa negara di Eropa telah membatasi penggunaan suntikan Moderna untuk kelompok usia yang lebih muda setelah beberapa penelitian menunjukkan bahwa itu terkait dengan risiko miokarditis yang lebih tinggi,  sejenis peradangan jantung.

FDA mengatakan miokarditis adalah risiko yang diketahui terkait dengan vaksin, tetapi uji coba pediatrik pembuat obat itu tidak cukup besar untuk mengukur frekuensi peradangan jantung yang jarang terjadi pada kelompok usia anak.




TERBARU

[X]
×